Friday, August 8, 2014

Keliling Jakarta Seharian

Assalamu’alaikum

Berniat jalan-jalan di Jakarta? Jangan lupa datang ke tempat-tempat berikut yaaa :D

Monumen Nasional
Terakhir kali masuk ke dalam monas itu waktu masih SD, iye iye bener pas study tour dari sekolah. Itu pun hanya sampai cawan tidak sampai puncaknya.  Untuk masuk ke dalam Monas atau Monumen Nasional itu bukan langsung masuk dekat gerbang yang mengelilinya, tapi ada pintu masuk tersendiri. Tenang saja, ada penunjuk arahnya kok. Dengan biaya masuk hingga puncak Rp 15000 untuk dewasa, RP 12000 untuk mahasiswa dan Rp 4000 untuk pelajar, kita juga bisa melihat diorama yang ada di dalam Monas. Dengan menggunakan lift kapasitas 11 orang menuju puncak, kita bisa melihat kota Jakarta dari ketinggian 115 meter. Meski angin berhembus kencang, tidak menyurutkan langkah para pengunjung. Daripada capek jalan kaki hingga ke gerbang pintu masuk Monas, yuk coba naik kereta wisata yang disediakan gratis untuk pengunjung Monas.




Museum Nasional
Keluar dari pintu gerbang Monas depan Kementerian Pariwisata, saya dan keluarga menyebrangi halte untuk berjalan kaki menuju Museum Nasional. Begitu memasuki gedung museum yang lebih dikenal dengan museum gajah ini, saya melihat banyak warga negara asing yang juga akan memasuki museum. Dengan biaya masuk Rp 5000 untuk dewasa, kita dapat melihat berbagai barang peninggalan sejarah. Dimulai dengan berbagai patung arca kemudian benda-benda seperti keramik, alat musik, rumah adat, kain, manusia prasejarah, koleksi emas yang ditata rapi dan apik.




Bis City Tour
Menunggu dengan sabar di halte depan Museum Nasional, akhirnya saya bisa menaiki bis city tour bis tingkat yang per tanggal saya posting tulisan ini tak berbiaya untuk keliling Jakarta sambil mendengarkan penjelasan dari pemandunya. Bis yang beken dengan nama #mpoksiti ini tidak berhenti di semua halte, hanya berhenti di halte dengan simbol city tour saja. Kita juga tidak harus turun di tempat kita naik, kita bisa turun di mana saja. Yang tidak boleh itu, berdiri di dalamnya serta masih tidak turun-turun juga padahal sudah satu putaran :D. Kita juga bisa saja pindah dari lantai dasar ke lantai atas jika kosong. Sayang saya tidak duduk di kursi paling depan, tapi saya sudah cukup sendang dengan duduk di di lantai atas.



Ragusa
Es krim italia yang sudah berdiri sejak tahun 1932 ini ramai sekali saat jam makan siang. Bahkan saya dan keluarga harus bergabung satu meja dengan orang lain. Tak apalah, demi merasakan es krim ragusa tak perbengawet yang terkenal ini. Sambil menunggu pesanan es krim datang, di depan tokonya ada yang menjajakan sate ayam, otak-otak dan rujak cingur yang kita bisa pilih sebagai teman makan es krim.  

Masjid Istiqlal
Masjid terbesar di Asia tenggara yang lokasinya berseberangan dengan gereja Katedral ini ramai dikunjungi meski bukan saat waktu shalat.



Pasar Baru
Pasar Baru yang terkenal dengan toko sepatu dan kainnya ini sudah ada sejak tahun 1800an. Toko ini dinamakan pasar baru karena menjual barang baru, berbeda dengan pasar yang sebelumnya ada yang hanya menjual barang bekas. (Manggut-manggut, habis dengerin pemandu wisata di bis city tour cerita).   

No comments:

Post a Comment