Showing posts with label Curhat. Show all posts
Showing posts with label Curhat. Show all posts

Sunday, May 29, 2016

Mari Mewarnai (Coloring Book 5 Benua)

Salam hangat untuk para pembaca budiman dari saya pemilik blog yang jarang update tulisan,

awalnya saya pernah melihat taeyeon nya snsd memperkenalkan cara dia melakukan kesenangan saat tidak ada jadwal. mau tahu apa yang dia lakukan? dia mewarnai. kok seperti anak-anak saja ya mewarnai. saya juga mengikuti akun instagram idekuhandmade yang ternyata menerbitkan buku adult coloring book, menarik sekali pikir saya. saat saya memiliki buku #88lovelife nya dianarikasari juga ada beberapa halaman bergambar yang berwarna hitam putih, pemilik bukunya bisa mewarnai sesukanya.

nah, buat yang sering ke toko buku, eh gak harus toko buku juga sih tapi aktif di media sosial mungkin tahu tentang coloring book. sekarang buku coloring book memiliki sudut sendiri di toko buku. tak perlu sulit mencarinya, bahkan sampai kebingungan memilihnya. ada yang gambar abstrak, kaligrafi, bangunan sampai doodle. saat ini aplikasinya juga dapat dengan mudah didownload di playstore. kalau di HP tinggal klik saja memilih warna, tentu beda sensasinya dengan mewarnai langsung.

buku adult coloring book kabarnya memiliki manfaat untuk menghilangkan stres. jadi kenapa tidak mencobanya *ketauan deh kl butuh penghilang stres. sebelum coloring book ramai sebenarnya saya sudah punya buku mewarnai untuk anak-anak yang saya beli tapi masih bersih belum saya warnai, harganya hanya seribulimaratus tentunya dengan kualitas kertas biasa saja.

kali ini saya beli adult coloring book karena tentu saja tertarik dengan gambarnya. dari sekian banyak judul buku adult coloring book yang menyajikan berbagai gambar menarik, pilihan saya jatuh pada buku bertualang ke 5 benua karya ahmad fuadi sang penulis negeri 5 menara. buku yang berisi ilustrasi bangunan luar negeri ini memang bukan hasil gambar buatannya tapi terinspirasi dari foto asli  jepretan ahmad fuadi yang telah mengunjungi banyak kota di dunia. buku ini tak hanya menghadirkan ilustrasi tetapi juga foto dan sedikit cerita penjelasan tentang foto tersebut. menarik bukan bagi para pemimpi bertualang keliling dunia.

jadi mari kita jalan-jalan via mewarnai :D

Selamat Datang di Tanah Borneo

Assalamu’alaikum

akhirnya gw menginjakkan kaki di pulau kalimantan, horeee lalala yeyeye *fans dahsyat.  yap gw memang selalu berdoa meminta kepada Allah keliling Indonesia. Dan Allah mengabulkannya. Alhamdulillah yah Allah mah maha baik pada hambaNya. jadi udah pada berdoa belum? bukan karena Allah gak tahu apa yang kita mau bahkan Allah mah ngasih segala yang kita perlu tanpa kita minta *tiba-tiba kaya kasih nasihat gitu.

kesan gw pas baru keluar dari bandara adalah kota ini cukup religius, perempuannya ramai yang pakai gamis dilengkapi khimar lebar, para lelakinya gak kalah rapi dengan kopiahnya. eh ternyata penerbangan setelah gw adalah penerbangan umroh, jadi mereka ramai-ramai menyambut keluarga mereka yang baru pulang umroh. gubrak.

kurang lebih hampir 2 jam perjalanan dari kota banjarbaru  menuju kota rantau, lumayan bikin pegel kalau Cuma duduk di dalam mobil gak ngapa-ngapain belum lagi bakat pelor gw yg bikin gw cepet tidur gak liat pemandangan pas perjalanan. phew. ternyata kota ini memang religius kok, pintu gerbang masuk kabupaten tapin aja mirip gerbang masuk kota mekah, ituloh yang bentuknya seperti quran yang dibuka.

sebagai orang yang asalnya dari pulau jawa dan jaraaang pakai banget itu yg namanya listrik mati seinget gw pas banjir doang, gw cukup kaget karena di kota ini cukup sering listrik mati bahkan dalam seminggu bisa 4-5 kali dengan waktu yang cukup lama. ckck, wahai orang yang tinggal di pulau jawa banyak-banyak bersyukurlah. gw juga dibikin takjub karena di sini ada lampu yang bisa menyala saat mati listrik gitu juga dengan kipas angin yang bisa dicas saat listrik masih menyala dan bertahan kurang lebih 4 jam saat listrik mati. haha norak. bahkan saking seringnya mati lampu, mobil pln yang bertugas untuk memperbaiki listrik teman-teman saya menyebutnya tukang matiin listrik :P.

sudah ah segitu saja ceritanya nanti saya gak punya bahan cerita lagi di postingan berikutnya, ahay.

E-Money

Assalamu’alaikum

ini cerita tentang gw yang Cuma tahu naik angkutan yang bayarnya cash pakai uang dua rebuan atau uang bernilai besar 50 rebu supaya dapet kembalian uang recehan. tentang gw yang udah lama gak naik busway di jakarta, tentang gw yang taunya naik busway bayar tigarebulimaratus ternyata sekarang sudah canggih pakai uang dalam bentuk kartu alias electronic money. ya ampun kemane en dimane aje gw selama ini.

pagi itu gw dengan santainya turun dari angkutan yang jalan bukan trayeknya dari ciledug sampai taman anggrek. iya soalnya tuh angkot rumahnya ciledug trayeknya di kota kalau gak salah, jadi kita bisa nebeng deh lumayan lebih cepet en gak sumpek. gw tau habis ini gw harus menyusuri jembatan jalur busway buat sampai cawang naik busway jurusan grogol-PGC. gw juga udah sigap nyiapin uang lima ribuan di tangan bekal berangkat yang tadi gak sempat gw bayarkan di angkot karena gw dibayarin bapak tetangga baik hati semoga Allah merahmatinya.

terus gw kaget pas berdiri depan loket petugasnya bilang “sekarang sudah pakai kartu gak pakai cash lagi”, gw belum sempat mengucap kata petugasnya nambahin “di sini lagi gak jual kartu Cuma bisa top up”. alamak kalau gini ceritanya lah pegimane caranya gw mau naik busway. sambil toleh kanan kiri muka melongo kebingungan gw pegang erat itu uang kertas. Allah maha baik, gw ditakdirkan bareng ibu tetangga yang turun juga tadi dari angkot di halte busway taman anggrek. si ibu yang sudah melewati pintu muter bilang sekalian saya saja, gw mengangguk malu sambil senyum manis dikulum karena paham berarti pagi ini gw gak ngeluarin ongkos sama sekali. hore.

e-money oh e-money, pulangnya gw berniat beli kartu kalau gak jual juga terpaksa naik mayasari bakti sampai slipi jaya sambil ngebayangin kayak apa macetnya pulang. alhamdulillah ada yang jual kartu sudah gitu lucuk pula, lihat deh.

Tuesday, November 17, 2015

Berbagi cerita sedekah

Assalamu'alaikum

saya mendapati gambar di atas di akun instagram, silahkan difolllow insya allah banyak manfaatnya. jangan lupa follow akun saya juga ya. eaaa. sudah ah promosinya.

saya gak tahu kalau sedekah itu ternyata juga bisa dilakukan ke makhluk hidup lain bukan cuma ke manusia aja. setelah melihat gambar ini saya jadi terinspirasi untuk melakukan hal yang sama. etapi saya belum bisa pakai tuna kaleng, mihil ups perhitungan. ternyata teman kantor, teman kos, bahkan tetangga depan rumah juga melakukan hal yang sama pada kucing liar yang ada di sekitar mereka. lah saya selama ini ke mana saja. twew.

kakek saya juga terbiasa melakukan hal ini ya meski gak pakai tuna kaleng tapi pakai masakan nenek saya. saya ingat betul saat kecil setiap saya pulang kampung, liburan ke rumah kakek dan nenek setiap waktunya makan selalu ditemani kucing. kakek saya selalu memberikan ikan yang dilumat dicampur dengan nasi. ah tiba-tiba jadi mellow karena rindu kakek dan nenek *brb teleponan dulu.

saya jadi ingat kalau nggak salah isi ceramah ustadz yusuf mansur tentang bagaimana dia berbagi roti yang hanya satu-satunya ia miliki dengan semut. ya ampun, kalau saya mah ada semut di roti yang saya makan saya usir-usirin hush hush. dan jadi ingat juga kisah tentang pelacur yang memberi minuman pada anjing sehingga membuatnya masuk surga. ya ampun ternyata melakukan kebaikan gak terbatas pada manusia saja.

Saturday, November 7, 2015

Tetangga

Assalamu’alaikum

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wassallam bersabda, Artinya: “Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari Akhir, maka hendaklah ia memuliakan tetangganya” (Muttafaq ‘alaih)


foto ini diambil saat lebaran idul adha kemarin, di dalam foto ini adalah tetangga saya, orang-orang baik dan menyenangkan serta memiliki tali persaudaraan yang kuat meski tak ada hubungan darah.

saya ingat sekali saat sayakecil pernah kecelakaan di rumah, dan yang pertama dilakukan ibu saya adalah berteriak ke luar rumah meminta tolong pada tetangga. tahu dong ya paniknya seorang ibu saat suaminya masih bekerja di kantor dan tidak bisa meminta bantuan pada keluarga yang memiliki pertalian darah karena tinggal berjauhan. ya, tetangga adalah orang pertama yang bisa dimintai pertolongan.

memuliakan tetangga gak cuma berlaku saat kita misalnya sudah memiliki tempat tinggal tetap, hal ini juga berlaku buat yang mengontrak rumah buat yang ngekos. jadi kita gak bisa tuh acuh terhadap tetangga bahkan dalam firman Allah juga disebutkan untuk berbuat baik pada tetangga. “Beribadahlah kepada Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatu apapun. Dan berbuat baiklah kepada dua orang ibu bapak, karib kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga yang dekat dan tetangga yang jauh.” (QS. An Nisa: 36)

yuk berbuat baik kepada tetangga.

Tuesday, October 27, 2015

Kebaikan

senin pagi saya pergi ke kantor naik angkot bukan karena saya sok pengguna moda transportasi umum atau anti menggunakan kendaraan pribadi selain emang gak bisa ngendarain ya emang gak punya juga sih, haha, tapi alasan utamanya karena saya kesiangan jadi gak bisa ikut naik mobil kantor *twewew.

dalam perjalanan, saya menyaksikan bapak tua yang membawa 3 karung besar berisi gabah menaiki angkutan umum dengan penuh semangat serta senyuman manis menyapa seisi mobil angkot. saya jadi malu, saya yang masih muda begini *ya muda dibanding bapaknya,  kalau dibanding anak sma mah tue banget gw, sudah malas-malasan bekerja apalagi kalau ingat tanggal yang gak tua gak muda juga * jauh gitu gajian.

begitu sudah mendekati tempat beliau turun di gudang gabah sepertinya, kemudian beliau bayar dan berkata pada pengemudinya, “tak usah dikembalikan saya bawa barang banyak” sambil senyum ramah. kemudian sang supir pun membalas dengan ucapan terimakasih dan menyebrangkan mobilnya supaya si bapak tak perlu menyeberang bolak-balik bawa karung gabah ke tempat yang dia tuju.

beuh, kebaikan yang dilakukan memang membuat orang lain yang langsung merasakan kebaikan tersebut ingin membalas kebaikan atau bahkan melakukan kebaikan untuk orang lain lagi.

yuk semangat lakukan kebaikan

Monday, October 26, 2015

kehilangan

saya kehilangan

mereka bilang saya apes

menurut saya tidak

sedih memang

tapi toh diri kita pun bukan kita yang memiliki


Wednesday, July 29, 2015

Goodbye Behel

Akhirnya setelah 4,5 tahun bersama gw memutuskan untuk mengakhiri hubungan yang terjalin dengan baik. Eits, hubungan apa nih? yang pasti bukan hubungan dengan lawan jenis secara masih menyandang status sendiri iya catet masih sendiri tapi gak merasa sepi cuma kadang kalau lihat yang sudah berpasangan perih di hati *yah ternyata ini lebih menyedihkan lagi, haha. Kembali ke laptop eh maksudnya kembali ke topik tulisan yang akan ngetop *mimpi boleh kaaan.

Seperti biasanya gw datang ke klinik ke dokter gigi paling ngehits di daerah Kunciran Ciledug sonoh. Ini serius loh, beneran gw gak ngebohong bisa ditanya ke tukang ojek *laaah. Gw datang udah nyiapin jawaban kalau ditanya “mau pilih warna apa?”. Biasanya setelah gigi diotak atik terus dibongkar pasang sama dokter gigi *cem di bengkel aja pertanyaan itu akan muncul. Nah ternyata, gw dibilang “wah ini udah rapih” *”hah dokter gimana sih saya kan dateng udah mandi pakai minyak wangi terus pakai baju mix n match kerudung motif atasan polkadot sama rok kotak-kotak masa baru sadar kalau udah rapi”, teriak gw dalam hati. Eh ternyata si dokter ngomentarin gigi gw bukan baju gw.

Dengan proses yang agak menyakitkan menurut gw, bikin gw meringis bahkan menitikkan air mata karena perpisahan ini *lebay. Jadi kan di behel tuh ada kawat yang melintang antar gigi yang fungsinya narik gigi supaya rapet ya, nah itu dipotong kawan. Gw ceritain nih ya pas motongnya itu dalam posisi duduk dan kepala menengadah kelangit-langit ruangan dan diterangi lampu dari kursi pasien dokter gigi, sang dokter dengan tangan terbungkus sarung tangan karet kaya mau bersihin WC *ga deng sarung tangan khusus medis megang gigi gw. Di tangan kanannya ada alat kaya tang dan tangan kirinya megang rahang gw kemudian gw tanpa daya akhirnya gak bisa bergerak *horor banget yak akhirnya dipotong deh tuh kawat. Terus telinga gw denger suara cettaaak, gigi-gigi gw kesakitan, rahang meringis, dan mata menangis nahan sakit. Ternyata penderitaan belum selesai kawan, setelah sukses memotong kawat sang dokter mengganti alat yang kaya tang tadi dengan alat yang mirip bor kali ini. Jadi supaya kawat bisa ada di depan gigi kan harus ada yang nempel di gigi dong, nah bekas lemnya itu diilangin pakai alat yang mirip bor. Telinga gw denger suara ssiiing ngngng, gigi gw ngilu-ngilu deh udah gitu itu suara alat mirip bor gak asing macam di tukang las waktu bikin pager *ngeri kali kan.

Kalau gw pikir-pikir lagi, gw rela bener ya ngeluarin uang banyak demi memperbaiki gigi *eh maksudnya uang bapak emak gw deng bukan uang gw, rela bener nahan sakit pakai behel *asli pakai behel tuh sakitloh kalau habis kontrol ketemu dokter gigi n diotak atik. Nah begitu juga seharusnya dalam memperbaiki diri supaya masuk surga di akhirat nanti, harus rela ngeluarin uang banyak buat sedekah misalnya karena harta kita itu bukan yang ada di tabungan atau deposito yang bentuknya padat macam emas atau cair macam uang kertas n uang receh *eh itu padat juga ya. Harus rela juga nahan ngantuk bangun malam untuk tahajud saat yang lain tidur lelap, misalnya. Dan kerelaan lainnya dalam melakukan ibadah atau kebaikan demi masuk surganya Allah. *Ngarepnya ke Allah mah gapapa kan ya.

Ya segitu deh cerita gw, yakali ada yang mau lihat bedanya gigi gw pas sebelum n sesudah pakai behel. Cekidot yaw :P. silahkan fokus pada gigi, bukan animasi matanya ya.


Friday, July 3, 2015

Air Susu Dibalas Air Jus Jambu

Salam

Cerita kali ini bukan tentang kisah sinetron mengharu biru antara orangtua dan anak yang durhaka loh ya. Judul postingan kali ini adalah air susu dibalas air jus jambu. Jadi maksudnya memberi sesuatu malah dapat yang lebih baik lagi. Karena saya lebih suka jus jambu dibanding susu, maka judulnya begitu kalau saya lebih suka soda gembira pasti judulnya air susu dibalas soda gembira  *ih apa banget deh :P.

Jadi ceritanya *eh beneran bukan cerita, saya membeli oleh-oleh titipan teman karena saya teringat teman kantor yang baik hati maka sekalian saja saya belikan apalagi sebelumnya saya diberi oleh-oleh. Nah, hari berikutnya saya malah diberi yang lebih baik, lebih banyak dan lebih enak. Masya Allah. Ternyata memang bener ya kalau kita melakukan kebaikan, maka akan dibalas kebaikan pula mungkin dari orang yang sama atau dari orang yang berbeda.

Jadi yuk melakukan kebaikan, selain momennya pas nih di bulan Ramadhan juga inget-inget deh postingan saya kemarin tentang amalan penghapus dosa salah satunya adalah melakukan amal kebaikan *ya kali ada yang mau baca, di mari ya.:D

Kenangan Ramadhan

Karena webtoon-nya Juki yang ngehits itu membahas tentang Ramadhan waktu kecil, jadi tertarik ingin bahas hal yang sama. Ramadhan bagi saya di masa kecil juga menjadi hal yang menyenangkan sama seperti anak kecil pada umumnya. Menuliskan dan mengingat kembali memori masa kecil membuat saya mengevaluasi lagi sudah sejauh mana puasa Ramadhan saya. Masihkah sama seperti waktu kecil? Melihat jam berulang kali, menghitung mundur dan selalu bertanya pada ibu “buka pakai apa kita hari ini bu?” sejak pagi.

Saya ingat betul saat di siang hari sering buka kulkas buat ngadem *maklum rumah gak ber-AC sedangkan cuaca panas betul di luar. Saya juga sering ngecek bolak-balik ada apa di kulkas *padahal ya isinya bahan mentah yang belum dimasak atau buah yang belum dipotong. Sepulang sekolah selalu gogoleran *tidur-tiduran kayanya bahasa indonesinya di lantai sampai tertidur. Karena lantai adalah tempat paling adem ke 3 setelah kulkas dan kamar mandi. Mandi siang-siang juga sering supaya kuat puasa sampai maghrib.

Pergi ke musola bersama teman setelah solat maghrib  di rumah supaya bisa nge-take tempat pewe agak di belakang supaya kebagian tempat dan bisa ribut *haaa. Selain bawa buku harian ramadhan *ituloh yang buat nyatet ceramah, saya juga bekal air putih kadang kue yang masih ada di meja makan *bisa dimakan pas denger ceramah, bekel *kalau bosen denger ceramah main bekel dan tak lupa uang jajan *beli kerupuk bangka adalah kewajiban dan uang infak *biasanya lebih sedikit dari uang jajan. :D

Jadi, gimana Ramadhan masa kecilmu? 

Thursday, July 2, 2015

Puasa Orang Yang Lapang

Assalamu’alaikum

Bagaimana puasa hari ke 15 teman-teman? (yaa keles ada yang baca tulisan ini. Gapapa lah nulis mah nulis aja. Perkara ada yang baca atau nggak mah urusan belakangan. hihi.) Insya Allah di hari ke 15 ini sudah terbiasa ya menahan lapar dan haus di siang hari. Mungkin ada juga yang sudah malas sahur? Wah jangan dong, waktu sahur kan waktu yang penuh berkah meski sekedar minum segelas air usahakan tetap sahur ya. Gimana dengan tarawihnya, jangan ditinggal dong. Kan kata pak Ustaz solat tarawih di bulan Ramadhan merupakan amalan penghapus dosa. Masa gak mau dosanya diampuni. Tetap semangat ya tarawihnya. *ini berasa lagi isi kajian di depan anak-anak, kayak pernah aje padahal mah boro-boro :D

Ceritanya saya habis merenung nih, saya alhamdulillah bekerja dengan waktu yang pasti di pagi hari sejak jam 8  sampai jam 5. Dengan tenang saya bisa beribadah di malam hari, ya ikut tarawih di masjid, ya denger ceramah, ya mengaji dan ibadah lainnya. (Semoga Allah melindungi saya dari sifat riya) *ini dari mana riya’nya orang semua ibadahnya begitu. :D Saya membayangkan orang lain yang justru harus terjaga di malam hari, tidak bisa ikut tarawih di masjid padahal mungkin ingin sekali. Mereka yang malam hari masih harus bekerja lembur, boro-boro mengaji sudah solat isya saja Alhamdulillah. Maka saya menyebut diri saya sebagai puasa orang yang lapang.

Saat siang hari menjalankan ibadah puasa, saya hanya bekerja di depan komputer dalam ruang ber-AC. Pekerjaan saya jauh dari kata berat. Saya membayangkan orang lain yang harus bekerja di tengah teriknya panas matahari seperti saat ini, bekerja banting tulang menggunakan otot, bekerja menggunakan konsentrasi otak penuh, berangkat dan pulang kerja menghadapi kemacetan, naik turun angkot sambil menghirup pengapnya udara karena polusi asap kendaraan bermotor, ibu yang belanja dan memasak masakan isitmewa untuk keluarga tercinta, muslim negara lain yang menghadapi cuaca tak bersahabat, waktu puasa yang lebih dari 15 jam, bahkan tak diizinkan berpuasa di negerinya sendiri. Maka saya menyebut diri saya sebagai puasa orang yang lapang.

Sebagai orang yang berpuasa dengan lapang, selain sekedar menyadarinya saya seharusnya malu pada puasa saya jika hanya sekedar puasa menahan lapar dan haus. Saya juga seharusnya malu jika target ramadhan yang saya targetkan di awal tak tercapai. Saya juga seharusnya banyak bersyukur atas kelapangan ini. Bagaimana jika saya ditempatkan pada posisi orang lain yang bagi saya tidak dalam waktu yang lapang berpuasa, masihkah saya menjaga ibadah lainnya atau bahkan masihkah saya berpuasa.

Semoga Allah merahmati, memberi pengampunan atas dosa-dosa, menghindarkan dari panasnya api neraka bagi muslim yang tetap istiqomah berpuasa di tengah segala keterbatasannya. Dan semoga Allah memberi hidayah, kekuatan, dan ilmu bagi muslim yang tak berpuasa karena ketidaktahuan mereka atas bulan yang penuh berkah ini.

Thursday, April 30, 2015

Catatan Harian Safety Officer Keder

Hula halo Assalamu’alaikum manteman

Beuh dari judul postingan kali ini nyatain profesi berbahasa Inggris yang kayanya keren banget ya. Haseek. Ceritanya ada teman saya yang bekerja di unit K3 alias keselamatan dan kesehatan kerja di sektor konstruksi, nama bekennya adalah safety officer. Ini beberapa kisah curhatannya, mungkin layak disimak buat bahan belajar baca, tulis dan berhitung. :P

Ada Yang Aneh
Karena sebagian besar pekerja di lapangan adalah laki-laki, maka kehadiran dia yang berjenis kelamin perempuan sesekali di lapangan udah kaya artis masuk desa. Diliatin sampe disiulin sudah jadi makanan sehari-hari *udah kaya nasi aje. Bahkan dia gak perlu memperkenalkan diri, kayaknya semua orang udah kenal. Itu buktinya, dia lewat banyak yang neriakin dia *maliiing... maliiing... eh bukan maksudnya neriakin namanya dari kejauhan gitu.

Gak Didenger? Sudah Biasa
Salah satu tugas teman saya itu adalah ceramah *iya cadangannya mamah dedeh gitu deh tapi yang dibahas terkait bahaya yang ada di pekerjaan yang bapak-bapak atau mas-mas tukang akan hadapi. Sekedar info ya, setiap pekerjaan itu ada bahayanya loh. Bahkan buat kamu-kamu yang duduk berjam-jam depan komputer di kantor. Nah, karena isi ceramahnya mungkin sudah dihapal di luar kepala sama bapak tukang atau membosankan walhasil dia gak didenger. Kok jadi sedih gini ya. Haha.

Gak Usah Panasan
Meski ceramahnya gak didenger, bapak-bapak tukang pada baik loh sama temen saya ini soalnya menyarankan teman saya untuk datang pagi sekalian atau sore saja demi gak kepanasan nanti hitam. Pernah juga diminta berteduh di tempat adem saat mengawasi pekerjaan bahkan sampai ditawari minum es di tengah teriknya siang. Itu semua demi kenyamanan bekerja teman saya. Tuh baik kan mereka.

Senam Apa Joget
Pernah suatu kali ada kegiatan senam sebelum bekerja. Senam yang dipimpin instruktur cantik jelita dan badannya aduhai bagusnya ini tentu saja menarik perhatian buat bapak-bapak tukang belum lagi lagu pengiringnya lagu dangdut masa kini yang lagi ngehits ditambah gerakannya yang sudah dihapal di luar kepala. Teman saya yang hanya memperhatikan dan mendokumentasikan kegiatan tersebut berdecak kagum karena semangatnya para tukang bahkan ada yang saking asiknya malah gak ngikutin gerakan instruktur tapi asik joget sendiri.

Begitu deh sedikit curhatan temen saya, sama seperti setiap pekerjaan ada bahayanya. Di setiap pekerjaan yang kita geluti pasti punya kisah sendiri ada yang lucu, senang, sedih, menarik, mengkhawatirkan dll. Dan ditempatkannya kita di manapun kita bekerja pasti ada hikmahnya. Semoga kita bisa mengambil pelajaran dari setiap pekerjaan yang kita geluti saat ini. Tetap semangat ya kawan :D  


Wednesday, March 25, 2015

Tips ATM Tertelan

Di suatu malam yang indah bertabur bintang-bintang selepas makan malam, *Ini apa deh @#$%^&, saya memutuskan untuk ambil uang di ATM karena kehabisan stok uang kertas untuk memenuhi hajat hidup orang banyak *pret. Saya mampir ke ATM center daerah GKB (Gresik Kota Baru) samping supermarket.

Dari beberapa ATM Mandiri yang tersedia, saya memilih yang ada di tengah. Tahu kan ya kalau di ATM itu ada layar yang isinya video iklan si bank nya terus tempat masukin kartunya nyala-nyala gitu. Nah, karena saya sedang butuh banget uang saya gak memperhatikan sama sekali kalau layarnya hitam alias blank ga menampilkan video dan gak ada tulisan berlayar biru yang ngasih tahu kalau itu mesin out of order *emangnya telepon umum.

Dengan santainya saya memasukkan kartu kemudian sambil bersiul saya menunggu tulisan di layar tampil. Lah, bibir sudah monyong-monyong siul lama kok tulisan di layar gak muncul. Saya mulai curiga. Saya tekan tombol cancel, enter dan tombol lainnya beberapa kali tetap gak ada jawaban mending nelepon HP meski gak diangkat kadang yang angkat tante veronica. Saya pun panik dan lunglai membuka pintu ATM.

Langkah pertama setelah yakin ATM dimakan si mesin ATM adalah segera menelepon call center untuk memblokir kartu ATM. Hal yang dibutuhkan adalah hapal nomor rekeningnya.

Setelah itu, jika bisa langsung ke Customer Service banknya. Karena saya kejadiannya malam hari udah gitu malam minggu pula. Jadi tunggu hari senin deh. Sebelum ke bank jangan lupa bawa KTP dan buku tabungannya ya.


PS : Berbeda dengan ATM tertelan, jika ATM hilang maka perlu surat keterangan dari kepolisian.

Mari Menanam Cabai

Gara-gara saya lihat kebun belakang mess orang kantor ditumbuhi cabai, saya pun penasaran menanam cabai. Iya lah coba bayangin aja, kata teman saya tanpa disiram tanpa sengaja menanam mereka bisa panen cabai buat nemenin makan gorangan atau mi instan. Wah saya kan jadi kepengen juga panen tanpa capek merawat. Hihihi

Berbekal ilmu pengetahuan dari teman kantor yang katanya hanya tinggal tabur biji cabai di tanah dan jangan biarkan tanah kering alias harus lembab terus, akhirnya saya pun menanam cabai. Tapi karena saya tinggal yang gak ada media tanahnya, maka saya pun menanam cabai di pot. Dengan telaten saya tanam biji cabai di dalam pot dan menyiramnya setiap hari.

Tak sampai dua minggu sudah ada batang hijau-hijau bermunculan di pot. Wah bahagia rasanya, jadi makin semangat nih nyiram tiap hari. Tapi sudah 3 bulan tanaman cabai di pot tak berbuah, padahal katanya akan berbuah dalam waktu yang tidak lama. Akhirnya karena saya bosan menyiram tiap hari tanpa melihat ada cabai yang tumbuh, saya jadi sering lupa menyiram. Tanaman cabai di pot sudah saya lupakan hingga daunnya yang tadinya hijau kini layu dan menguning *jadi sedih gini.

Untuk mengenang tanaman cabai yang pertama saya tanam, maka saya tampilkan foto penuh keceriaan saat teman saya juga ikut bahagia menyaksikan hijaunya tanaman cabai di pot.

PS: Mungkin sebaiknya tanam cabai tidak di pot. :D


Wednesday, March 18, 2015

Dunia yang Dipenuhi Diri Sendiri

Pernahkah merasa bahwa dirimu dipenuhi dengan dirimu sendiri? Ya, perasaan saat dirimu sepertinya tak membutuhkan orang lain. Toh, aku bisa mengerjakan ini dan itu sendiri. Untuk apa orang lain? Menyulitkan saja, pikirmu.

Tapi tahukah kamu, sejatinya kamu tak bisa hidup sendiri. Bahkan tanpa bantuan orang lain. Bisa apa kamu tanpa orang lain?

Bangun tidurmu karena suara azan orang lain berkumandang di waktu subuh. Sarapanmu kau peroleh dari ibu penjual pecel yang sejak dini hari pergi ke pasar dan lanjut berkutat di dapur. Tiba di tempatmu menghabiskan waktu 8 jam sehari karena ada supir angkutan yang rela mengangkutmu padahal ongkos hanya empat ribu. Bisa apa kamu tanpa orang lain?

Penghasilanmu kau peroleh karena kau bekerja untuk orang lain. Mau beli ini beli itu, kau butuh orang lain kan. Segala hal yang kau kerjakan di kantor, di rumah, di sana, di sini, apa bisa tanpa bantuan orang lain. Ah bisa apa kamu tanpa orang lain?

Maka...

Lepaskanlah earphonemu, simpan telepon genggammu, sapalah teman di sampingmu. Bukalah pintumu dan keluarlah untuk menemui orang-orang yang selama ini terlalu lama tak kau sapa. Peluklah orang-orang yang kau sayangi. Ketuklah pintu tetangga dan berikan sesuatu untuknya. Tersenyumlah. Kembalilah jadi manusia

Semoga kita bukan alien. Semoga kita masih manusia – yang terhubung dengan manusia-manusia lainnya dengan ikatan perasaan-perasaan (Fahd Pahdepie dalam Perjalanan Rasa)

Wednesday, October 29, 2014

Ketakutan

Bagi saya, melakukan segala hal untuk pertama kalinya menimbulkan rasa takut. Ketakutan yang seharusnya tidak perlu ditakutkan, karena belum tentu kejadian kan.

Misalnya saja saat saya pertama kali menaiki pesawat terbang. Merasakan sensasi saat take off dan landing atau berada di ketinggian saat cuaca hujan. Takut banget jatuh kaaan atau ada pembajakan pesawat macam di film-film itu *ini lebay. Wuidih yang bisa saya lakukan hanya berdoa saja pada Yang Maha Segalanya. Pun waktu saya masih kecil, melangkahkan kaki kecil pertama kali ke dalam kelas juga menimbulkan rasa takut. Takut tidak punya teman atau tidak bisa mengikuti pelajaran. Buktinya, ibu masih melongok dari luar jendela memastikan kalau saya baik-baik saja.       
       
Padahal banyak hal di dunia ini baru pertama kali bagi saya. Jadi saya atau mungkin juga kita menghadapi banyak ketakutan. Tapi toh saya bisa melaluinya, hanya tinggal lakukan saja.

Misalnya saat saya ketakutan berdiri di depan kelas di hadapan guru dan teman-teman saat tugas Bahasa Indonesia membawakan acara. Takut nilai jelek atau tak ada yang memperhatikan. Nyatanya saya malah dianggap melawak karena memilih membawakan acara AMKM *gak tahu? gugling gih. :D. Pun waktu naik gunung pertama kali, saya takut tidak kuat takut merepotkan teman seperjalanan. Nyatanya saya kuat kok meski sering istirahat.

Jadi, kenapa takut. Tinggal lakukan saja. Tentu diiringi upaya penuh semangat dan doa.

Terakhir,
Ketakutan yang sedang kamu rasakan, maukah kau membaginya denganku? Mungkin tak hilang rasa takutmu, tapi ada kemungkinan kau semakin berani tuk hadapi ketakutanmu bersamaku kan.
Eaaa, gubrak.

Saturday, October 11, 2014

Antrian Oh Antrian

Assalamu'alaikum
Jadi begindang ceritanya dang dang ding dung deng dong. 

Pernah nih ya gw antri puanjang dan luama di sebuah toko yang katanya serba ada padahal ga sedia cowo soleh nan tampan rupawan lagi mapan *eaaa. Terus gak jadi aja gitu dan dengan cantiknya tanpa rasa berdosa dan juga bersalah gw tinggalin gitu aja barang yang sudah sejak lama gw pilih kesana kemari. *semoga gw gak dikutuk sama pelayannya. Alasannya adalah itu antrian sudah lah gak maju-maju dan yang paling depan belanjaannya gak habis-habis dihitung. OMG, gw nyerah. *derita belanja di toko serba ada sehabis gajian.

Pernah juga dengan seenaknya orang di belakang gw nyalip. You know nyalip? Bukan... bukan kalau habis makan terus ada yang nyalip di gigi terus lo keluarin pake tusuk sate eh tusuk gigi. Itu nyelip. *Ha, garing, kriuk. Gw ga ngerti mungkin karena keimutan *bahasa halus dari kecil, gw jadi bisa seenaknya disalip. Padahal kan, kan, kan gitu. *kemudian terdengar backsound lagu seventeen mengapa harus aku yang mengalaaaaa....h. 

Yang gw ga ngerti juga, pernah antri di sebuah toko oleh-oleh ternama di kota cukup famous di Jawa Tengah, apalagi kalau bukaaaan... Semarang. Ya di toko yang kita sebut saja Mawar *macam berita kriminal saja. OK, ganti kita sebut saja Juwana. *lah emang itu tokonya. Mudah-mudahan gw ga diunfollow. *dikata medsos keleus. Jadi itu toko sudah lah terkenal tapi antriannya gak bener. Iyah gak bener, gak ada nomor antrian kek atau garis pembatas buat baris rapi antri kek kaya di mal yang selalu kasih diskon itu. Tapi, itu sih dulu sekarang? Masih kayanya *haish. 

Pernah juga lihat orang sudah antri menuju kasir, tiba-tiba ada orang lain tapi kayanya kenal sama yang antri yang naro barang langsung ke keranjangnya. Mungkin ada yang kelupaan, tapi ko balik lagi balik lagi ya. Gw curiga tu orang milih antri di kasir *Haa suudzon en belum keliling 7200 menit kaya gw en emak gw *bukan belanja, muter-muter aja window shopping. Bodo amat kata yang baca, siapa yang butuh klarifikasi jugak. Haa. Kaya ada yang baca aja ni tulisan aneh.

Udah ah curhatnya, sekian dan terima komentar serta sharing tentang antriannya.

Tulisan ini ditulis karena habis ngantri ambil kartu tes CPNS sebuah lembaga pemerintah yang mengurusi kesehatan *yak bukan rahasia deh jadinya. Pas ngantri udah lama berdiri di meja antrian sesuai pembagian eh ternyata di rubah antrian jadi sesuai abjad. Huft. Antri lagi deh guweee. Terdengar celetukan panitia yang rada kesel karena diomelin yang nganter ambil kartu, “yang ambil kartunya gak marah nerima aja, yang nganternya yang malah cerewet”. Gw? Cuma melongo sambil menganggukkan kepala.

Tuesday, March 27, 2012

SD Card

Scanning media

Media scanner complete

SD card unexpectedly removed

Kalimat di atas sering banget tampil atawa (bahasa sunda dari kata atau. Harap maklum saya adalah duta bahasa Jaseng - Jawa Serang. Hehe bercanda) muncul di HP pintar saya. Padahal saya gak apa-apain itu si SD card (cara bacanya ES DI bukan ES DE ya. Please deh memangnya sekolahan apa. Hehe). SD card itu kartu memori, penjelasan ini buat yang belum tahu ya siapa tahu ada orang yang belum familiar -> sotoy. Sumpah, saya gak bohong. Nyenggol, nyentuh, nyolek tempat SD card bersemayam di HP aja ga gitu loooh. Tiba-tiba aja gitu, si HP kasih pemberitahuan yg saya kemukakan di atas.

Buat info tambahan aja nih ya, kalo si HP tidak merasakan keberadaan SD card maka otomatis gak bisa lihat gambar atau puter lagu yang ada di gallery. Otomatis saya juga gak bisa simpen foto yg dikirim ke saya via whatsapp. Terus tambah lagi nih ya, beberapa aplikasi akhirnya gak bisa dibuka ya karena tersimpan di SD card. Dan menurut saya yang paling gak enak adalah saya gak bisa ambil gambar dari kamera karena mo nyimpen di mana coba. Hadeuh, gimana gak sutres coba.

Karena stres, saya pun mengungkapkannya via status yahoo messenger yg saya tautkan ke twitter

SD card oh SD card

SD card akurlah denganku

Saya berharap kamu baik baik saja ya SD card..hee :P

Dan berikut ini adalah hasil analisis saya dan beberapa teman yg saya curhati mengenai SD card yg tidak bersahabat dengan HP pintar saya. Analisis alasan dari mulai alasan yang normal sampai yg abnormal:
1.       Bukan SD card bawaan
Jadi ceritanya ni SD card dari HP yg lama Nukieu (nama samaran, bukan nama sebenarnya. Udah kaya berita criminal ya). Saya si pemilik HP memang malas memindahkan lagu jadi saya tidak memakai SD card bawaan HP pintar saya. Hee.
2.       1/1000000 hasil produksi yang gagal
Dasar!!! Masa HP saya dianggap “Dari 1 juta produk ada yang cacat, nah punya kamu lah yg gagal itu” kata teman.
3.       Kena virus
Mungkin, entahlah benar atau tidaknya.
4.       Gak pake ko*dom
Masa HP saya dianggap telah terinfeksi virus gara2 gak pake pelindung belakang HP. Keesokan harinya saya belikan pelindung belakang -> bukan karena percaya ni HP kena virus, tapi memang saya ingin punya saja.

Pekan ini saya akan menggantinya dengan SD card bawaan, semoga saja SD card nya kelak baik-baik saja. Doakan yah, please!

Monday, January 30, 2012

Hujan Datang (Terkadang) Aku Tak Senang

Tulisan ini merupakan hutang saya pada bulan Desember kemarin, menggenapkan tiap bulan 4 tulisan. Harap maklum selain karena faktor kemalasan, kemampuan menulis saya yang minimalis juga menjadi tantangan. Padahal hanya menuliskan cerita yang saya alami sehari-hari tanpa membumbuinya dengan komedi apalagi hikmah yang menggugah hati. (Saya akui, saya ingin sekali membuat tulisan macam itu yang bikin orang tertawa geli atau berniat dalam hati akan perbaiki diri). Ah malah jadi melantur.

Tulisan ini serius jadi jangan tertawa plis. Hehe siapa juga yang baca tulisan saya sampai tertawa.

Sungguh, hujan merupakan berkah. Bukan berarti saya tidak suka hujan, saya menyukainya (bahkan sangat). Saya suka hujan karena salah satu waktu diijabahnya doa. Saya sangat suka menengadahkan wajah ke langit dan merasakan jatuhnya titik hujan. Saya suka bermain genangan air saat hujan, menyiprat2kannya. Saya suka memandangi hujan. Saya suka tak pakai payung jika hujan tidak deras (kadang sambil menitikkan air mata agar tak terlihat kalau sedang menangis. kenapa jadi sedih gini). Saya suka lagu yang menyebutkan kata hujan (Sherina - Pelangiku, Opick feat Amanda – Satu Rindu, Utopia - Hujan). Saya juga suka Rain (bleh ini mah artis dengan nama hujan, sekedar tambahan alasan menyukai hujan.he).

Hanya saat ini terkadang saya tidak menyukainya jika datang dengan derasnya, bahkan saya menuliskannya di twitter.

Bukan hanya lampu lalu lintas, merah pun membuat resah (merah di sini maksudnya adalah garis elevasi sungai yang berarti harus waspada)
Khawatir bila hujan datang..jangan deras deras ya..
Tidak membencimu,tapi jangan deras deras ya #hujan
Terang benderang tapi hujang eh hujan
Seperti naik roller coaster #hujan deras datang kemudian menghilang

Jadi begini ceritanya…

Seingat saya semasa SD dulu (OK, ini merupakan pengakuan bahwa saya sudah tidak SD lagi, duh apa sih) dalam pelajaran pengetahuan alam disebutkan bahwa musim hujan di Indonesia adalah bulan yang memiliki akhiran –ber (omong-omong, memang ada ya akhiran -ber dalam pelajaran bahasa Indonesia? kayanya adanya awalan ber- deh. Sumpah serius abis ni becandaan). Seperti Januariber, Februariber, Maretber, Aprilber, Meiber (jadi inget penyanyi muda, bah itu mah Justin Bieber), Juniber, Juliber dan Agustusber. hmm yg nulis ngaco.

Cerita bermula dari pemindah tugasan atasan saya ke tempat kerja yang lain pada bulan ini, Januariber. he. Sehingga mengakibatkan tanggung jawabnya berpindah ke saya (kayanya penting en berat gimana gitu ya, padahal mah..). Deskripsi pekerjaan saya intinya jika terjadi keadaan gawat darurat maka sayalah yg bertanggung jawab. Plis jangan tanya pekerjaan saya apa (ckck gak ada yg tanya juga). Pengalaman atasan saya dulu, dia sempet alami bertanggung jawab saat banjir. wuah. Repot katanya (harus ini harus itu, pake kata ganti ga jelas banget kerjanya). Meski ada atasan yang lebih tinggi tapi keadaan gawat darurat macam banjir itu jadi tanggung jawab pekerjaan kami. Waktu itu, harus buat laporan (ini mah biasa), koordinir orang kantor dan orang lapangan (agak sedikit gak biasa, maklum masih muda yang diatur udah gak muda), koordinasi sama warga (menurut saya ini gak biasa, karena berhubungan bukan dengan rekan sekerja akibat banjir yg juga dirasakan warga). Itu yg dilakukan atasan saya dulu. Nah gak kebayang kalau kejadian untuk yang kedua kali. Doakan tidak terjadi ya.

Setiap hujan deras datang, saya pasti deg-degan khawatir banjir datang. Pernah suatu waktu hujan deras kemudian berhenti kemudian hujan lagi begitu terus sampai sore. Rasa deg2an saya pun sudah seperti naik roller coaster, naik turun. wuih ngeri pokoknya.

Yah begitulah jika Hujan Datang (Terkadang) Aku Tak Senang

Wednesday, December 28, 2011

Sepi


Kala pagi tak menyapa dengan mentarinya seperti biasa
siang pun enggan menyambut dengan suka cita
Dan sore pun kini tak bersahabat dengan ceria
Aku sendiri hadapi semua
Tenang aku baik-baik saja
Hanya tak berlakon seperti aku apa adanya