Showing posts with label Film. Show all posts
Showing posts with label Film. Show all posts

Friday, October 2, 2015

Web Drama Loss:Time:Life

saya bukan pecinta sepak bola, simpatisan juga bukan *beuh siapa juga yang ngomongin politik. jadi di dalam permainan sepak bola tuh ada istilah penambahan waktu yang diinfokan oleh wasit menggunakan papan yang menunjukkan waktu tambahan untuk menyelesaikan pertandingan padahal waktu permainan telah habis.

nah, apa yang akan kamu lakukan jika hidupmu layaknya permainan bola dan mendapat tambahan waktu setelah seharusnya hidupmu berakhir adalah hal yang menjadi inti dari web drama korea ini. hyun seung hee, seorang trainee yang belum juga debut dan akhirnya akan naik panggung karena menggantikan penyanyi lain mendapat tambahan waktu selama 2 hari padahal seharusnya hidupnya berakhir terjatuh dalam lubang.

web drama ini menceritakan usaha yang dilakukan hyun seung hee mempersiapkan dirinya tampil di panggung disaksikan kakeknya yang sejak dulu menjadi impiannya dan akhirnya menjadi impian terakhirnya sebelum ia meninggalkan dunia.

dari web drama yang gak pakai banyak episode ini selain dapet hiburan saya jadi belajar betapa berharganya waktu yang kita miliki saat ini untuk mengejar impian dan untuk membahagiakan orang yang disayangi. karena dalam kehidupan ini tak ada tambahan waktu layaknya permainan sepak bola dan karena kematian itu misteri yang gak kita tahu kapan datangnya maka yang bisa kita usahakan adalah berbuat yang terbaik untuk meraih impian dan membahagiakan orang yang kita sayangi.

sebagai muslim yang terus berusaha memperbaiki diri *duileh, impian itu bukan cuma untuk dunia aja kan tapi juga untuk akhirat, karena inget manteman setelah kematian kita akan dibangkitkan dan dimintai pertanggungjawabannya akan hal apa aja yang kita perbuat di dunia. iya enak kalau berbuatnya baik, niat lurus, ibadah bener cuuus aja lenggang kangkung masuk surga gak pakai dicuci dulu di neraka. nah manusia kan gak kaya malaikat yang selalu taat dan patuh. manusia kan kadang bener kadang salah kadang syukur kadang kufur kadang ingat kadang lupa. tapi kan bukan berarti gak bisa. *kalo beneran ini ceramah, ditinggal deh sama pemirsanya :D

ngobrol ngalur ngidul ngulon ngetan, intinya sih mau kasih tahu web drama nya bagus en jadi ngingetin diri sendiri kalau mati gak tahu kapan n inget hidup gak ada tambahan waktu. jadi manfaatin deh sebaiknya.


Thursday, June 25, 2015

Ngabuburit Bareng Ramadhan Cantik Web Series

Assalamu’alaikum

Sore-sore ngabuburit enaknya ngapain ya selain berburu makanan buat ta’jil? Saya kasih tahu ya ada acara yang bagus nih, selain nonton tapi juga bisa nambah ilmu agama. Buat para pengguna smartphone atawa yang lagi istirahat kerja depan PC di kantor yuk tonton web seriesnya Want Production.

Yang paling saya suka adalah episode 4 tentang hidayah yang didapet di warnet. (Judul sebenernya sih Demi Masa).

Percakapan antara pelanggan (P) dan penjaga warnet (PW) yang keluar untuk solat Zuhur berjamaah di masjid
P     : “ Kok warnetnya ditinggal, gak takut apa?”
PW : “Justru karena saya takut, makanya (warnet) saya tinggal. Takut Allah murka karena saya ninggalin solat”
PW : “Solat tepat waktu itu cara Allah mendisiplinkan kita. Mas, tau surat Al-Maa’un. Di situ dituliskan celakalah orang-orang yang lalai dalam solatnya”
P     : “Ooo, Al-Maa’un, yang surat pendek itu kan. Jangankan baca, kalau solat saya ulang-ulang”
PW : “Jangan Cuma diulang-ulang, artinya dipahami lalu diamalkan. Orang yang lalai dalam solat itu yang menunda-nunda solat. Tanggung jawab sama Allah aja digampangin, apalagi tanggung jawab sama manusia”

Lebih jelas dan serunya sih tonton di youtube langsung :D


Di episode ini menurut saya jleb banget, iya sih saya gak ninggalin solat tapi ternyata saya masih masuk dalam kategori lalai dalam solat. Iya sih saya baca Al-Maa’un berulang-ulang tapi ternyata saya gak paham artinya dan gak mengamalkannya.

Episode-episode lainnya gak kalah inspiratif dan bermanfaatnya, nyentil banget deh. Mengingatkan kita untuk terus memperbaiki diri.

Ini adalah beberapa kalimat inspiratif dari percakapan dalam episode lainnya
Allah gak perlu ngebuktiin apa-apa tentang doa –doa kita. Tapi yang butuh itu kita berusaha maksimal
*
Gak perlu hati hancur gara-gara manusia, yang terpenting adalah gak kehilangan kasih sayang Allah
*
Kehormatan wanita emang gak berkurang karena dilihatin, tapi kehormatan kalian di mata Allah gimana?
*
Kita yang sudah dapat hidayah lebih dulu, malah mempertanyakan buat apa mereka berjilbab (pakaian masih ketat). (Dapat hidayah lebih dulu) Tidak membuat kita berhak menilai mereka lebih rendah dari kita. Orang yang bertakwa bisa terjerumus karena kesombongan. Kita gak boleh merasa lebih tinggi dari mereka. Tapi kewajiban kita saling mengingatkan. Tidak sulit kok untuk mengingatkan tanpa merasa lebih baik. Tinggal zikir dan minta ke Allah agar dijauhkan dari riya’
*
Tahajud itu banyak keutamaannya. Tapi yang paling tinggi tuh satu, dicintai sama Allah. Kalau kita ibadahnya biasa aja, solatnya biasa aja sudah dikasih nikmat sama Allah. Coba kalau kita ibadahnya luar biasa.

Yuk isi waktu ngabuburitmu dengan yang bermanfaat. Oya, kata pak Ustadz, kegiatan utama dalam mengisi waktu jelang berbuka adalah sudah dalam keadaan berwudu kemudian dzikir dan berdoa. Karena waktu menjelang berbuka adalah salah satu waktu mustajab dalam berdoa. 

Monday, June 30, 2014

Miracle in Cell No. 7

Salaaam,

Film Korea yang akan saya ceritakan kali ini adalah film keluarga. Film tentang seorang ayah yang mengalami gangguan mental dan putrinya yang cantik dan pintar yang sangat menyayangi ayahnya. Hubungan ayah-anak yang diperlihatkan dari awal hingga akhir film membuat saya menangis seseunggukan, mungkin yang mendengar tangisan saya rada serem juga soalnya saya nonton malam pas orang-orang sudah pada tidur. Coba bayangin ada yang nangis sesenggukan malem-malem, syukurnya bukan malam jumat. Bisa tereak-tereak anak kosan. :D

Film ini menceritakan seorang ayah berpenyakit mental yang harus masuk penjara karena tuduhan pembunuhan pada anak kecil, padahal dia hanya berada di lokasi kejadian. Kisah ini bermula dari keinginan seorang Ayah, Lee Yong Gun untuk memenuhi permintaan putrinya Ye Sung untuk memiliki tas Sailormoon, tetapi keburu diambil anak lain. Suatu hari, anak tersebut menunjukkan tempat membeli tas Sailormoon seperti miliknya pada Lee Yong Gun tetapi terjadi kecelakaan sehingga anak tersebut meninggal dan Lee Yong Gun dituduh menjadi pembunuhnya.

Saat awal memasuki penjara, dia menjadi bulan-bulanan rekan satu selnya karena masuk penjara karena dugaan pembunuhan dan pemerkosaan pada anak kecil. Tapi lama kelamaan karena melihat sakit mental yang diderita Lee Yong Gun dan ketulusannya melindungi pemimpin sel nomor 7, rekan-rekan satu selnya pun sadar dan yakin bahwa Lee Yong Gun tidak bersalah. Keharuan film ini bertambah saat Ye Sung yang merindukan sang ayah dan akhirnya dititipkan di panti datang ke penjara karena panti asuhan tempat dia tinggal mengisi acara keagamaan. Ye Sung bertemu sang ayah dan menginap beberapa hari di sel nomor 7 berkat bantuan rekan-rekan satu sel Lee Yong Gun.

Ye Sung yang digambarkan sebagai anak ceria, cantik dan pintar ini juga membantu menyelesaikan beberapa masalah rekan satu sel ayahnya. Misalnya kepala geng penghuni sel nomor 7, gangster yang jago berkelahi tetapi tidak pandai membaca dan seorang ayah yang menunggu kelahiran anaknya tetapi tidak bisa keluar karena masih di penjara. Suatu hari, Ye Sung dan semua penghuni sel nomor 7 tertangkap menyembunyikan Ye Sung oleh sipir penjara. Ye Sung pun dipaksa dikembalikan ke panti asuhan. Namun Ye Sung merengek berjanji tidak akan nakal asal tetap tinggal di penjara bersama ayahnya.

Usaha dari para penghuni sel nomor 7 dan Ye Sung untuk membantu Lee Yong Gun menghadapi persidangan seperti bagaimana harus menjawab pertanyaan dll gagal karena sesaat sebelum persidangan Lee Yong Gun diancam dan dianiaya oleh pejabat penegak hukum (anak kecil korban pembunuhan adalah anak dari pejabat penegak hukum). Selain itu usaha membawa kabur Ye Sung dan Lee Yong Gun keluar penjara dalam acara natal di penjara gagal karena balon udara tersangkut di dinding penjara.

Sumber: Wikipedia
Untuk tahu lebih jelasnya keharuan dan keseruan film yang jadi box office di negaranya ini, tonton sendiri deh. Berikut link yang saya dapat dari youtube

Tuesday, June 11, 2013

The Girl Who Leapt Through Time

Sebenarnya saya jarang nonton anime versi film, selain Doraemon yang dengan mudah dilihat di TV (ini termasuk anime nggak ya, beneran gak tahu). Sebelumnya saya menonton 5 centimeter per second, saya kira 5 cm karangan Donny Dirgantoro itu sudah ada versi kartunnya ternyata bukan. 

OK, kali ini bakal bahas anime yang banyak direkomendasiin di banyak situs web. Saya juga dengan mudah mendapatkannya di youtube dengan subtitle bahasa inggris, syukurlah soalnya saya belum paham koniciwa, konbanwa, hajimimashite atau sakukurata (ups yang terakhir ini jauh dari bener).

Kisah seorang anak sekolah (Makoto) yang tidak sengaja dapat melompati waktu karena memecahkan barang yang ditemukannya di laboratorium sekolah. Awalnya Makoto tidak mempercayainya karena dia sangat yakin dia seharusnya mati tertabrak kereta api, ternyata dia hanya jatuh dari sepeda. 

Untuk meyakinkan dan membuktikannya Makoto mencoba untuk melompati waktu dengan berlari melompati sungai dan kembali ke waktu di mana puding miliknya masih utuh berada di kulkas, yang beberapa hari sebelumnya dimakan oleh adiknya. 

Makoto pun memperbaiki kejadian di hari sebelumnya yang dianggap sial dimulai dari telat bangun pagi, tidak bisa mengerjakan quiz, tidak bisa menggoreng tempura sampai menyebabkan kecelakaan di dapur sekolah hingga tertindih teman sekolahnya yang sedang bermain saat istirahat.

Masalah muncul saat Makoto menyadari jika bukan dia yang tertimpa kesialan maka ada orang lain yang akan menjadi korban. Saat itulah dia sering melakukan lompatan waktu untuk memperbaikinya, karena yang menjadi korbannya adalah teman-teman dekatnya.

Ah, sudah ya sampai sini saja. Tidak seru jika diceritakan semua. Ini saya beri link youtube-nya ya.

Haha bilang saja malas.

Sumber : Wikipedia