Wednesday, July 29, 2015

Kun Anta (Cover)

Kun Anta adalah sebuah judul lagu berbahasa Arab yang cukup ngetren di kalangan netizen karena dinyanyikan ulang oleh wanita cantik berhijab berwajah oriental warga negara malaysia dengan ukulelenya. Awalnya sih tau dari akun IG Wirda Mansur yang mengcover lagu ini, lagu yang juga dicover meski sedikit oleh Adiba putri Ust. Uje. Ternyata banyak yang repost juga di akun tumblr ngehits. Makin penasaran kan gw jadinya ama ini lagu.

Ternyata cukup denger sekali meski gak tahu artinya dan gw langsung jatuh hati. Beuh ditambah pas tau arti dari lagunya yang cukup bikin jleb buat cewek macam gw yang rada minder dan ikut-ikutan standar kecantikan masyarakat kalau yang cantik itu yang putih bening macam porselen, berambut hitam panjang yang kibasannya bikin orang terngiang-ngiang, berhidung mancung dengan sudut <45 derajat, tinggi semampai dengan kaki panjang, badan kurus, pipi tirus *ini orang apa boneka barbie.
Jadi menurut lagu ini, cantik itu bukan yang ditambah dengan polesan dari luar yang menghabiskan banyak uang tapi yang cantik itu yang muncul dari dalam hati.

Yuk cekidot lagu yang aslinya dinyanyikan oleh Humood AlKhudher dan dicover oleh Mimi Nazrina, sekalian supaya tau artinya ini ada link akun youtube yang sudah dilengkapi lirik bahasa arab dan artinya.


Jalan - Jalan ke Menes, Banten

Libur lebaran sudah lewat sih, tapi kenangan libur lebaran dengan keluarga masih dalam ingatan dooong. Libur lebaran kali ini saya pergi ke mall *eh. Libur murah meriah tanpa karcis masuk dan bisa lihat-lihat benda yang kita inginkan meski belum bisa memilikinya tapi bisa disolawatin kemudian usaha supaya bisa kelak dimiliki *twewew. Sebagai orang Banten, libur pasca lebaran biasanya ke pantai anyer karena lokasinya yang tak terlalu jauh jika dibandingkan ke Sawarna.

Pantai anyer adalah lokasi yang biasanya didatangi keluarga pasca lebaran, karena sudah keseringan, mana macetnya gak ketulungan dan terlalu ramai oleh orang yang punya tujuan yang sama yaitu main air sama main pasir pantai maka tahun ini saya dan keluarga jalan-jalan lihat sawah yang ada di Menes aja. Selain mengunjungi saudara jauh, kami juga main air yang letaknya dekat sawah, makan siang di pinggir sawah. Seru kan. Perjalanan ke Menes dari kota Serang lewat Ciomas pemandangannya menarik, karena dari jauh terlihat gunung *yang sekeluarga gak ada yang tahu namanya di tengah sawah di kanan dan kirinya persis seperti gambar saya waktu diminta gambar pemandangan jaman SD.

Katanya no pic hoax, nih buktinya. Pardon me who took pics bad



Untuk menyaksikan keindahan lain di propinsi Banten coba deh cek akun IG @explorebanten atau hashtag #explorebanten atau #westendjavaland (gw baru tau nih bahasa inggrisnya Banten), bisa juga klik tauitan ini dijamin terkagum-kagum karena ternyata Banten yang gak jauh dari Jakarta juga punya sejuta pesona.

Salam hangat dari wong Banten

Quote - Yang Berdoa

Di tengah dunia yang gelap, malaikat pembawa rahmat hanya dapat melihat mereka yang menyalakan cahaya. Mereka yang berdoa adalah mereka yang sedang menyalakan cahaya dirinya dan memberi tahu para malaikat bahwa mereka masih mengingat Tuhan di dunia – Fahd Djibran dalam buku Rumah Tangga

Rumah Tangga (Bukan Resensi)

Kelak, jangan bercita-cita membelikan rumah untuk istrimu, bercita-citalah untuk tinggal bersama dan hidup berbahagia dengannya selama-lamanya. Jangan berdoa ingin membelikan kendaraan mewah untuk anak-anakmu, berdoalah agar kalian bisa pergi bersama-sama, bertamasya atau berbelanja dengan bahagia. Jangan bermimpi ingin memberangkatkan orangtuamu naik haji, bekerjalah sungguh-sungguh, lalu berangkatlah kalian bersama-sama untuk berbahagia bisa bersujud di rumah tuhan sebagai keluarga. Jangan berharap ingin masuk surga agar kelak bisa berbahagia, masukilah surgamu hari inidengan bersyukur dan berbahagia – Fahd Djibran

Buku teranyar dari penulis Fahd Djibran dengan tagline berumah dalam cinta di tangga menuju surga ini berisikan kumpulan tulisan yang menceritakan sedikit tentang dirinya dan keluarganya dengan tema rumah tangga. Bagaimana ia melalui 5 tahun kehidupan berumahtangga dengan istrinya. Dimulai dari surat berisi pernyataan cinta dan keinginan melamar kepada calon istri kemudian detik-detik saat ia akan melakukan ijab qabul, pesan ayah untuknya sebagai calon suami, saat menanti kelahiran putra pertama dan kedua, surat untuk putranya, pendapat tentang ibu penuh waktu dan ibu bekerja, doa dan harapan untuk keluarganya bahkan pesan untuk adiknya yang sebentar lagi akan menikah dan masih banyak hal menarik lain yang dapat diambil pelajarannya. 

Saya yang memang menyukai gaya tulisan bapak dua anak ini kagum dengan tulisannya yang saya yakin bikin banyak wanita di luar sana melted alias meleleh terutama yang belum menikah menginginkan calon suaminya romantis macam begini *menuliskan kata cinta penuh makna untuk istrinya. Ah itu sih pendapat saya saja, sama seperti cantik yang katanya relatif tergantung orang lain yang menilai begitu juga dengan romantis. Tapi boleh dong saya menyebut kalau yang dilakukan bang fahd untuk istrinya ini adalah romantis.

Tulisan yang banyak diawali dengan nama Rizqa, sang istri membuat pembacanya seperti membaca tulisan tersebut untuk Rizqa atau mendengarkan cerita langsung dari sang penulis layaknya teman membuat saya sebagai pembacanya merasa dekat layaknya dicurhati seorang teman. Melalui buku ini saya belajar untuk menjadi romantis *eaaa dilempar batu akik seember deh. Dari buku ini saya belajar bahwa sungguh surga itu dekat, selain berada di telapak kaki ibu surga itu ada di rumah kita sendiri, berada di antara keluarga tempat kita menyebutnya rumah untuk kembali pulang. Maka tak perlu jauh-jauh mencarinya.  

Goodbye Behel

Akhirnya setelah 4,5 tahun bersama gw memutuskan untuk mengakhiri hubungan yang terjalin dengan baik. Eits, hubungan apa nih? yang pasti bukan hubungan dengan lawan jenis secara masih menyandang status sendiri iya catet masih sendiri tapi gak merasa sepi cuma kadang kalau lihat yang sudah berpasangan perih di hati *yah ternyata ini lebih menyedihkan lagi, haha. Kembali ke laptop eh maksudnya kembali ke topik tulisan yang akan ngetop *mimpi boleh kaaan.

Seperti biasanya gw datang ke klinik ke dokter gigi paling ngehits di daerah Kunciran Ciledug sonoh. Ini serius loh, beneran gw gak ngebohong bisa ditanya ke tukang ojek *laaah. Gw datang udah nyiapin jawaban kalau ditanya “mau pilih warna apa?”. Biasanya setelah gigi diotak atik terus dibongkar pasang sama dokter gigi *cem di bengkel aja pertanyaan itu akan muncul. Nah ternyata, gw dibilang “wah ini udah rapih” *”hah dokter gimana sih saya kan dateng udah mandi pakai minyak wangi terus pakai baju mix n match kerudung motif atasan polkadot sama rok kotak-kotak masa baru sadar kalau udah rapi”, teriak gw dalam hati. Eh ternyata si dokter ngomentarin gigi gw bukan baju gw.

Dengan proses yang agak menyakitkan menurut gw, bikin gw meringis bahkan menitikkan air mata karena perpisahan ini *lebay. Jadi kan di behel tuh ada kawat yang melintang antar gigi yang fungsinya narik gigi supaya rapet ya, nah itu dipotong kawan. Gw ceritain nih ya pas motongnya itu dalam posisi duduk dan kepala menengadah kelangit-langit ruangan dan diterangi lampu dari kursi pasien dokter gigi, sang dokter dengan tangan terbungkus sarung tangan karet kaya mau bersihin WC *ga deng sarung tangan khusus medis megang gigi gw. Di tangan kanannya ada alat kaya tang dan tangan kirinya megang rahang gw kemudian gw tanpa daya akhirnya gak bisa bergerak *horor banget yak akhirnya dipotong deh tuh kawat. Terus telinga gw denger suara cettaaak, gigi-gigi gw kesakitan, rahang meringis, dan mata menangis nahan sakit. Ternyata penderitaan belum selesai kawan, setelah sukses memotong kawat sang dokter mengganti alat yang kaya tang tadi dengan alat yang mirip bor kali ini. Jadi supaya kawat bisa ada di depan gigi kan harus ada yang nempel di gigi dong, nah bekas lemnya itu diilangin pakai alat yang mirip bor. Telinga gw denger suara ssiiing ngngng, gigi gw ngilu-ngilu deh udah gitu itu suara alat mirip bor gak asing macam di tukang las waktu bikin pager *ngeri kali kan.

Kalau gw pikir-pikir lagi, gw rela bener ya ngeluarin uang banyak demi memperbaiki gigi *eh maksudnya uang bapak emak gw deng bukan uang gw, rela bener nahan sakit pakai behel *asli pakai behel tuh sakitloh kalau habis kontrol ketemu dokter gigi n diotak atik. Nah begitu juga seharusnya dalam memperbaiki diri supaya masuk surga di akhirat nanti, harus rela ngeluarin uang banyak buat sedekah misalnya karena harta kita itu bukan yang ada di tabungan atau deposito yang bentuknya padat macam emas atau cair macam uang kertas n uang receh *eh itu padat juga ya. Harus rela juga nahan ngantuk bangun malam untuk tahajud saat yang lain tidur lelap, misalnya. Dan kerelaan lainnya dalam melakukan ibadah atau kebaikan demi masuk surganya Allah. *Ngarepnya ke Allah mah gapapa kan ya.

Ya segitu deh cerita gw, yakali ada yang mau lihat bedanya gigi gw pas sebelum n sesudah pakai behel. Cekidot yaw :P. silahkan fokus pada gigi, bukan animasi matanya ya.


Friday, July 3, 2015

Air Susu Dibalas Air Jus Jambu

Salam

Cerita kali ini bukan tentang kisah sinetron mengharu biru antara orangtua dan anak yang durhaka loh ya. Judul postingan kali ini adalah air susu dibalas air jus jambu. Jadi maksudnya memberi sesuatu malah dapat yang lebih baik lagi. Karena saya lebih suka jus jambu dibanding susu, maka judulnya begitu kalau saya lebih suka soda gembira pasti judulnya air susu dibalas soda gembira  *ih apa banget deh :P.

Jadi ceritanya *eh beneran bukan cerita, saya membeli oleh-oleh titipan teman karena saya teringat teman kantor yang baik hati maka sekalian saja saya belikan apalagi sebelumnya saya diberi oleh-oleh. Nah, hari berikutnya saya malah diberi yang lebih baik, lebih banyak dan lebih enak. Masya Allah. Ternyata memang bener ya kalau kita melakukan kebaikan, maka akan dibalas kebaikan pula mungkin dari orang yang sama atau dari orang yang berbeda.

Jadi yuk melakukan kebaikan, selain momennya pas nih di bulan Ramadhan juga inget-inget deh postingan saya kemarin tentang amalan penghapus dosa salah satunya adalah melakukan amal kebaikan *ya kali ada yang mau baca, di mari ya.:D

Kenangan Ramadhan

Karena webtoon-nya Juki yang ngehits itu membahas tentang Ramadhan waktu kecil, jadi tertarik ingin bahas hal yang sama. Ramadhan bagi saya di masa kecil juga menjadi hal yang menyenangkan sama seperti anak kecil pada umumnya. Menuliskan dan mengingat kembali memori masa kecil membuat saya mengevaluasi lagi sudah sejauh mana puasa Ramadhan saya. Masihkah sama seperti waktu kecil? Melihat jam berulang kali, menghitung mundur dan selalu bertanya pada ibu “buka pakai apa kita hari ini bu?” sejak pagi.

Saya ingat betul saat di siang hari sering buka kulkas buat ngadem *maklum rumah gak ber-AC sedangkan cuaca panas betul di luar. Saya juga sering ngecek bolak-balik ada apa di kulkas *padahal ya isinya bahan mentah yang belum dimasak atau buah yang belum dipotong. Sepulang sekolah selalu gogoleran *tidur-tiduran kayanya bahasa indonesinya di lantai sampai tertidur. Karena lantai adalah tempat paling adem ke 3 setelah kulkas dan kamar mandi. Mandi siang-siang juga sering supaya kuat puasa sampai maghrib.

Pergi ke musola bersama teman setelah solat maghrib  di rumah supaya bisa nge-take tempat pewe agak di belakang supaya kebagian tempat dan bisa ribut *haaa. Selain bawa buku harian ramadhan *ituloh yang buat nyatet ceramah, saya juga bekal air putih kadang kue yang masih ada di meja makan *bisa dimakan pas denger ceramah, bekel *kalau bosen denger ceramah main bekel dan tak lupa uang jajan *beli kerupuk bangka adalah kewajiban dan uang infak *biasanya lebih sedikit dari uang jajan. :D

Jadi, gimana Ramadhan masa kecilmu?