Thursday, April 30, 2015

Catatan Harian Safety Officer Keder

Hula halo Assalamu’alaikum manteman

Beuh dari judul postingan kali ini nyatain profesi berbahasa Inggris yang kayanya keren banget ya. Haseek. Ceritanya ada teman saya yang bekerja di unit K3 alias keselamatan dan kesehatan kerja di sektor konstruksi, nama bekennya adalah safety officer. Ini beberapa kisah curhatannya, mungkin layak disimak buat bahan belajar baca, tulis dan berhitung. :P

Ada Yang Aneh
Karena sebagian besar pekerja di lapangan adalah laki-laki, maka kehadiran dia yang berjenis kelamin perempuan sesekali di lapangan udah kaya artis masuk desa. Diliatin sampe disiulin sudah jadi makanan sehari-hari *udah kaya nasi aje. Bahkan dia gak perlu memperkenalkan diri, kayaknya semua orang udah kenal. Itu buktinya, dia lewat banyak yang neriakin dia *maliiing... maliiing... eh bukan maksudnya neriakin namanya dari kejauhan gitu.

Gak Didenger? Sudah Biasa
Salah satu tugas teman saya itu adalah ceramah *iya cadangannya mamah dedeh gitu deh tapi yang dibahas terkait bahaya yang ada di pekerjaan yang bapak-bapak atau mas-mas tukang akan hadapi. Sekedar info ya, setiap pekerjaan itu ada bahayanya loh. Bahkan buat kamu-kamu yang duduk berjam-jam depan komputer di kantor. Nah, karena isi ceramahnya mungkin sudah dihapal di luar kepala sama bapak tukang atau membosankan walhasil dia gak didenger. Kok jadi sedih gini ya. Haha.

Gak Usah Panasan
Meski ceramahnya gak didenger, bapak-bapak tukang pada baik loh sama temen saya ini soalnya menyarankan teman saya untuk datang pagi sekalian atau sore saja demi gak kepanasan nanti hitam. Pernah juga diminta berteduh di tempat adem saat mengawasi pekerjaan bahkan sampai ditawari minum es di tengah teriknya siang. Itu semua demi kenyamanan bekerja teman saya. Tuh baik kan mereka.

Senam Apa Joget
Pernah suatu kali ada kegiatan senam sebelum bekerja. Senam yang dipimpin instruktur cantik jelita dan badannya aduhai bagusnya ini tentu saja menarik perhatian buat bapak-bapak tukang belum lagi lagu pengiringnya lagu dangdut masa kini yang lagi ngehits ditambah gerakannya yang sudah dihapal di luar kepala. Teman saya yang hanya memperhatikan dan mendokumentasikan kegiatan tersebut berdecak kagum karena semangatnya para tukang bahkan ada yang saking asiknya malah gak ngikutin gerakan instruktur tapi asik joget sendiri.

Begitu deh sedikit curhatan temen saya, sama seperti setiap pekerjaan ada bahayanya. Di setiap pekerjaan yang kita geluti pasti punya kisah sendiri ada yang lucu, senang, sedih, menarik, mengkhawatirkan dll. Dan ditempatkannya kita di manapun kita bekerja pasti ada hikmahnya. Semoga kita bisa mengambil pelajaran dari setiap pekerjaan yang kita geluti saat ini. Tetap semangat ya kawan :D  


Tuesday, April 28, 2015

Tips Jalan ke Malaysia

Assalamu'alaikum, 

Lama tak posting tulisan, kali ini mau kasih tips buat yang mau jalan-jalan ke Malaysia ala saya. Semoga bermanfaat ya :D
  1. Di tempat wisata Bukit Bendera masih memberi potongan harga sampai separuhnya bagi para pemegang student card alias kartu mahasiswa. Jadi jangan lupa bawa kartu mahasiswa ya, gakpapa udah gak berlaku juga masih diterima. Tuh buktinya temenku lulus sejak 2009 dapet tiket masuk RM 15 (harga normal RM 30). Lumayan kan biar irit
  2. Keliling ke semua tempat wisata di Kuala Lumpur gratis kalau naik Go KL berbagai line, harus banget dicoba
  3. Sebaiknya lihat menara kembar petronas sejak sore sampai malam, karena kita bisa menyaksikan saat petronas masih dikelilingi langit yang terang dan saat malam ketika cahaya lampunya mulai dinyalakan
  4. Putrajaya itu tempat yang enak untuk didatangi, jangan lupa mampir ke sana. Tatanan kota yang modern dan apik
  5. Kalau ke KLIA 2 (Penerbangan Air Asia) dari KL Sentral sebaiknya ngeteng naik KL transit. Jadi ceritanya saya dan teman menginap di sekitar KL sentral, mau ke bandara KLIA 2 ternyata naik KLIA transit langsung ke KLIA 2 biayanya 35 RM. Tapi karena hari sebelumnya sempet main ke Putrajaya. Akhirnya kita milih ngeteng dari KL sentral ke Putrajaya RM 9.5 dari Putrajaya baru langsung ke KLIA 2 RM 6.2. Tuh irit kaaan. Padahal lebih jauh Putrajaya loh. hmmm tapi ya harus spare waktu lebih banyak
  6. Tempat wisata di Kuala Lumpur banyak yang tak berbayar alias gratis macam ke Petronas, masjid negara, KL city gallery, Batu caves, Central Market, Petaling Street, Little India, Masjid Jamek
  7. Belanja kerudung atau baju kurung khas malaysia Little India yang dekat masjid Jamek tempatnya
  8. Beli cenderamata untuk oleh-oleh di Petaling Street, pilih yang sudah mencantumkan fixed price. Deket gerbang tulisan Petaling Street orangnya ramah dan sudah mencantumkan harga. Kata teman saya yang orang Malaysia, pedagang di sini kurang ramah apalagi kalau cuma nawar terus gak jadi beli
  9. Kata teman lain ternyata di lantai bawah central market oleh-oleh murah loh (gak ke sana T.T cuma lantai dasar aja habis pas awal masuk harga yang dilihat yg ga pantes untuk kantong mahasiswa. haa)
  10. Lengkapi bawaan perjalanan dengan kacamata, payung/topi, sunblock, handbody, air minum serta baju yang nyaman mengingat akan jalan-jalan di kota yang cuacanya gak beda jauh dengan Jakarta
  11. Pilih tempat menginap yang gak cuma nyaman, murah tapi juga dekat dengan KL sentral macam POD’s backpacker
  12. Beli oleh-oleh di mini market di sekitar KL sentral juga bisa loh kalau gak sempet beli di tempat lain, seperti coklat, kopi
  13. Beli oleh-oleh di supermarket NU mall yang lokasinya memang jadi satu dengan KL sentral juga bisa seperti coklat, kopi, buah kering, makanan ringan dll yang ada tulisan malaysianya *penting haha
  14. Sedia uang receh/pecahan jika ingin naik bis, karena gak bisa ngasih kembalian
  15. Ternyata bahasa Melayu beda banget dengan bahasa Indonesia, kadang diminta berbahasa Inggris 

Quote - 5 Cara Hidup Bahagia

Ada lima cara kalau mau hidup bahagia. Pertama jujur. Melakukan apa yang dikatakan. Mengatakan apa yang dilakukan. Kedua, bersih. Bersih badannya, bersih jiwanya, bersih akalnya, bersih hatinya. Ketiga, hemat. Menempatkan segala sesuatu dengan takaran yang secukupnya. Keempat, memberi dengan ikhlas. Kelima, bersama-sama. Segalanya dilakukan bersama-sama supaya menjadi lebih ringan, lebih bermakna - Pesan Bubu pada Kica (dalam buku Teman Imaji)

Wednesday, March 25, 2015

Si Sulung

Seorang anak, tidak wajib menjadi baik atau pintar hanya karena dia sulung. nanti yang sulung benci sama takdirnya dan si bungsu tidak belajar tanggung jawab dengan cara yang sama. Semua anak wajib menjadi baik dan pintar karena memang itu yang sebaiknya semua manusia lakukan.

Jika kita ingin memotivasi si sulung untuk belajar, jangan pojokkan dia dengan ‘kamu anak sulung, harus jadi contoh’. Kasih lihat pada dia orangtuanya juga ranking satu. Perlihatkan rapor saya pada mereka berdua. Itu yang akan membuat mereka belajar

Jika kita ingin memotivasi si sulung dengan status sulung, kita coba dengan cara yang positif
‘Satya, lihat itu Saka dia butuh perlindungan kakang. He needs your help’
‘Kang Satya lihat itu Saka selalu ingin pakai baju yang sama. He looks up to you. He thinks you’re cool’
‘Kang Satya coba ajarin Saka 1+1. Soalnya kalau sama mamah, Saka gak mau denger. Dia maunya dengerin kakang. He thinks you’re smart’

Menjadi panutan bukan tugas anak sulung – kepada adik-adiknya. Menjadi panutan adalah tugas orangtua untuk semua anak – Pak Gunawan dalam buku Sabtu Bersama Bapak

Tips ATM Tertelan

Di suatu malam yang indah bertabur bintang-bintang selepas makan malam, *Ini apa deh @#$%^&, saya memutuskan untuk ambil uang di ATM karena kehabisan stok uang kertas untuk memenuhi hajat hidup orang banyak *pret. Saya mampir ke ATM center daerah GKB (Gresik Kota Baru) samping supermarket.

Dari beberapa ATM Mandiri yang tersedia, saya memilih yang ada di tengah. Tahu kan ya kalau di ATM itu ada layar yang isinya video iklan si bank nya terus tempat masukin kartunya nyala-nyala gitu. Nah, karena saya sedang butuh banget uang saya gak memperhatikan sama sekali kalau layarnya hitam alias blank ga menampilkan video dan gak ada tulisan berlayar biru yang ngasih tahu kalau itu mesin out of order *emangnya telepon umum.

Dengan santainya saya memasukkan kartu kemudian sambil bersiul saya menunggu tulisan di layar tampil. Lah, bibir sudah monyong-monyong siul lama kok tulisan di layar gak muncul. Saya mulai curiga. Saya tekan tombol cancel, enter dan tombol lainnya beberapa kali tetap gak ada jawaban mending nelepon HP meski gak diangkat kadang yang angkat tante veronica. Saya pun panik dan lunglai membuka pintu ATM.

Langkah pertama setelah yakin ATM dimakan si mesin ATM adalah segera menelepon call center untuk memblokir kartu ATM. Hal yang dibutuhkan adalah hapal nomor rekeningnya.

Setelah itu, jika bisa langsung ke Customer Service banknya. Karena saya kejadiannya malam hari udah gitu malam minggu pula. Jadi tunggu hari senin deh. Sebelum ke bank jangan lupa bawa KTP dan buku tabungannya ya.


PS : Berbeda dengan ATM tertelan, jika ATM hilang maka perlu surat keterangan dari kepolisian.

Mari Menanam Cabai

Gara-gara saya lihat kebun belakang mess orang kantor ditumbuhi cabai, saya pun penasaran menanam cabai. Iya lah coba bayangin aja, kata teman saya tanpa disiram tanpa sengaja menanam mereka bisa panen cabai buat nemenin makan gorangan atau mi instan. Wah saya kan jadi kepengen juga panen tanpa capek merawat. Hihihi

Berbekal ilmu pengetahuan dari teman kantor yang katanya hanya tinggal tabur biji cabai di tanah dan jangan biarkan tanah kering alias harus lembab terus, akhirnya saya pun menanam cabai. Tapi karena saya tinggal yang gak ada media tanahnya, maka saya pun menanam cabai di pot. Dengan telaten saya tanam biji cabai di dalam pot dan menyiramnya setiap hari.

Tak sampai dua minggu sudah ada batang hijau-hijau bermunculan di pot. Wah bahagia rasanya, jadi makin semangat nih nyiram tiap hari. Tapi sudah 3 bulan tanaman cabai di pot tak berbuah, padahal katanya akan berbuah dalam waktu yang tidak lama. Akhirnya karena saya bosan menyiram tiap hari tanpa melihat ada cabai yang tumbuh, saya jadi sering lupa menyiram. Tanaman cabai di pot sudah saya lupakan hingga daunnya yang tadinya hijau kini layu dan menguning *jadi sedih gini.

Untuk mengenang tanaman cabai yang pertama saya tanam, maka saya tampilkan foto penuh keceriaan saat teman saya juga ikut bahagia menyaksikan hijaunya tanaman cabai di pot.

PS: Mungkin sebaiknya tanam cabai tidak di pot. :D


Sabtu Bersama Bapak (Bukan Resensi)

Buku ini adalah novel yang berisi kisah sebuah keluarga dengan dua anak lelaki yang ditinggal meninggal oleh ayahnya. Novel ini bercerita bagaimana sang ayah selalu mendampingi anaknya meski sudah tiada lewat tayangan video yang selalu disetel oleh sang ibu setiap Sabtu untuk ditonton oleh putra-putranya. Meski sang ayah sudah tiada, dua anak lelaki ini tidak kehilangan kasih sayang dan didikan dari sosok ayah mereka.

Sang ayah, Pak Gunawan merekam video saat dia mengetahui usianya tak akan lama lagi karena mengidap penyakit. Ia menyiapkannya untuk menjawab segala pertanyaan putra-putranya kelak. Tak hanya menyiapkan nasihat untuk putranya melalui video, beliau juga menyiapkan bekal finansial bagi sang istri karena akan menjadi tulang punggung keluarga.

Novel ini tak hanya berisi ilmu parenting yang cukup serius tentang bagaimana Pak Gunawan mendidik putranya, tapi juga banyak kekonyolan tentang bagaimana putra keduanya, Cakra yang masih jomblo menghadapi tantangan zaman tentang status jomblo dan pencarian jodohnya. Juga keseruan kisah Satya, sang kakak yang mencontoh sang ayah untuk mendidik putra-putranya.  

Dari novel ini saya belajar planning is everything menurut pak Gunawan. Dan orangtua adalah contoh dan teladan terdekat bagi anak-anaknya, maka jika ingin anak anda begini atau begitu. Sudahkah anda melakukan hal yang sama?

Saya sangat menyukai novel ini. Menurut saya novel ini enak dan pas untuk dibaca bagi mereka yang menyiapkan dirinya menjadi orangtua yang baik bagi anak-anaknya kelak karena banyak ilmu parenting di dalamnya tapi dibawakan dengan bahasa yang mudah dipahami.

Harga diri kita tidak datang dari barang  yang kita pakai. Tidak datang dari barang yang kita punya. Di keluarga kita, nilai kita tidak datang dari barang. Nilai kita datang dari sini. Bapak menunjuk hati.  Harga diri kita datang dari akhlak kita. Anak yang jujur. Anak yang baik. Anak yang berani bilang ‘saya benar’ ketika benar. Anak yang berani bilang ‘maaf’ ketika salah. Anak yang berguna bagi dirinya dan orang lain. Harga dari diri kamu datang dari dalam hati kamu dan berdampak ke orang luar. Bukan dari barang/orang luar berdampak ke dalam hati – Pak Gunawan