Wednesday, February 26, 2014

Pantai Boom, Tuban

Dengan berjalan-jalan, kita seketika akan menjadi pencerita.

Yap meski bagi saya yang tidak banyak bicara tidak banyak omong *percaya deh, ternyata hal ini berlaku. Mungkin sedikit terlihat pamer karena sudah mengunjungi tempat ini tempat itu. Tapi sungguh deh, gak maksud pamer hanya menginformasikan. *gaya

Jadi nih ya kalau ke Alun-alun Tuban, sudahlah ada alun-alunnya, ada makam Sunan Bonang, ada masjid Tuban, ada Museum, ada juga pantai Boom. Semua di sekitar Alun-alun Tuban. Aaah seneng banget kan. Jadinya bagai sekali dayung, dua tiga pulau terlampaui. *terima kasih kepada guru Bahasa Indonesia yang udah ngajarin peribahasa. Ini apa banget deh.

Dengan modal jalan kaki nyeberang dari Alun-alun Tuban, sampailah kita di pantai Boom. Dan dengan menyisihkan Rp 1.500 aja men, lu lu pade udah bisa nikmatin angin pantai. Asik deh buat yang berduaan *eh ga maksud ngajarin ini tapi boleh banget buat yang udah halal hubungannya, buat yang bawa keluarga, buat yang nge geng atawa gerombolan apalagi buat yang datang sendirian macam saya -,- *ini kayaknya sedih

Sayangnya pantai ini bukan tipe untuk banana boat-an atau untuk jalan menyusuri pasir pantai gak pake alas kaki apalagi untuk nulis-nulis nama di pasir. Haha. Sekedar menikmati angin pantai, langit biru awan putih dan deburan ombak boleh banget. Nih buktinya.




Okesip gw mang suka pantai, gw mang suka foto narsis *kaya hasil fotonya yang cakep aja, gw mang suka jalan-jalan, gw mang suka itu semua. Tapi lebih suka lagi kalo ada yang nemenin *kemudian curhat dan bentar lagi gak ada yang mau ngunjungin blognya. Aaah saya saya, kamu tuh yang dilihat yang gak dimiliki aja padahal yang gak kamu minta tapi dikasih aja sama Allah banyak bener jumlahnya. Maafin saya ya Allah, maaf ya.

Tuesday, January 28, 2014

Masjid Warna Warni Tuban

OK, rada capek nih habis beres-beres blog karena gak pernah update blog. *sapa juga peduli. Mhihi.

Tuban, kenapa hari libur main ke Tuban? Karena lokasinya gak jauh dari tempat saya tinggal saat ini. Itu aja sih. Eh OK, gak juga deh. *plin plan. Jadi awalnya tuh sering denger kalau di Tuban, Masjid dekat Alun-alunnya bagus. Dan kontraktor pembuatnya adalah tempat saya dapet rezeki saat ini *saelah pamer dikit lah ya.

Dari Desa Bungah, Gresik saya memilih lewat Deket, Lamongan menuju Tuban dibanding lewat terminal Bunder, Gresik. Dengan naik land (sebutan untuk angkot di daerah sini) dan membayar Rp 5.000 saya sampai di Dukun tapi masih di Gresik. *sigh. Untuk sampai ke Deket, Lamongan saya harus naik ojek dengan biaya Rp 25.000. Makan waktu sampai kurang lebih pan*at panas, kebas dan sering geser2 posisi supaya gak pegel.

Dari daerah Deket saya tinggal naik bis ke arah Semarang, karena semua pasti lewat Tuban. Dengan biaya Rp 17.000 saya duduk manis di Bis Indonesia kelas ekonomi *bisa menengah ke atas dan juga menengah ke bawah. :D yang gak terlalu penuh mungkin karena masih pagi.

Begitu sampai di Tuban, karena saya maunya lihat pantai ama alun-alun dan dengan modal cuma tau pokoknya tujuannya ke pantai tapi gak tau sebelah mana itu pantai. Secara mulai tugu yang kalo gak salah ada Garudanya itu adalah pantai. Saya turun aja gitu di pertigaan dan jalan kaki ke arah kanan menyusuri jalan yang sebelahnya langsung pantai, karena kalau ke kiri jalan menuju Semarang. *terus gw ngebayangin jalan kaki dari Tuban sampe Semarang. Pegel rek.

Selama jalan kaki sambil nyari pintu masuk pantai yang gak gw temuin, gw malah liat Kuil yang juga jadi tujuan tempat wisata. Tapi gw gak mampir n gw gak foto juga T.T. Gw sempet tanya katanya gak boleh masuk juga sih yang gak ibadah, beda sama Sam Poo Kong di Semarang.

OK lanjut menyusuri jalan, gw masuk gang perkampungan nelayan. Yang pasti bau eh wangi amis ikan dan foto-foto lah gw tapi gak nyapa penduduk, soalnya sepi.

Karena udah jalan jauh malah gak nemu pintu masuk pantai atau alun-alun. Emang gw tuh bakatnya pemalu, gw akhirnya nanyanya sama anak kecil ajah gitu loh. Untung itu anak ga jawab ngasal apalagi takut kasih jawaban ke gw. Akhirnya gw naik mobil kuning yang memang ke arah alun-alun. Tinggal nyeberang dan langsung ketemu alun-alun kota Tuban. Yang di depannya ada Masjid Tuban warna – warni.

Aah masjidnya bagus, dengan cat warna warni kaya istana boneka.

Terima kasih ya Allah sudah diberi keluangan waktu di hari libur, cuaca cerah, fisik yang sehat jadi bisa lihat Masjid Tuban. #berSYUKUR

Pelabuhan

Suatu saat nanti, saya ingin pergi ke Bawean melihat seperti apa pulaunya, mendengar percakapan penduduk aslinya, menyusuri garis pantainya. Haha maunya saja.

Minggu kali ini saya main dan lihat-lihat Pelabuhan Gresik. Seperti biasa hanya ingin tahu dan ingin foto-foto narsis. Senang sekali cuaca sedang bersahabat. Langitnya biru banget mameeen.

Gak percaya, coba lihat deh

Bukan Kapal Pesiar :D
Parkir Perahu
Pekerja Pelabuhan

Awalnya dengan langkah malu-malu dan ragu-ragu udah kaya penyu saya memasuki pelabuhan Gresik modal sok tahu. Saat itu pelabuhan sedang sepi karena hari Minggu dan bukan jadwal keberangkatan kapal penumpang. Dengan asyik saya keliling tapi gak jauh2 karena panas sist *udah kaya jualan onlen.

Sebenarnya hari itu saya sedang menggerutu karena libur hanya Minggu padahal kantor lain libur sejak Sabtu. Ah tapi melihat kegiatan di pelabuhan, panas terik, tak kenal hari Minggu, kerja berat apalah arti gerutu dan keluhan saya. Gak ada pantes-pantesnya saya mengeluh. Maaf ya ya Allah. Maaf ya perusahaan tempat saya bernaung mendapatkan rezeki :D

Makam Wali

Saya datang ke makam Wali ingin tahu seperti apa makam Wali yang ramai didatangi peziarah setiap harinya. Saya ziarah ke makam sebagai wisata religi yang mungkin gak akan mudah saya temui di Tangerang. Saya datang berziarah, mendoakan yang telah tiada serta menjadi pengingat bagi diri saya sendiri karena pasti saya juga akan menyusul.

Saya pernah datang ke makam Sunan Gunung Jati di Cirebon. Saya ke sana karena saat itu sedang bekerja di Cirebon, jadi sekalian saja. Saat ini saya berada di Gresik, jadi tak ada salahnya jika saya juga berkunjung ke makam Sunan yang ada di sana (Makam Sunan Giri, Sunan Drajat, dan Sunan Maulana Malik Ibrahim).

Saya baru mengunjungi makam Sunan Maulana Malik Ibrahim yang berlokasi dekat Alun-alun Gresik. Kita hanya tinggal mencari gang dekat Pendopo Kabupaten Gresik.  Kemudian jalan kaki sebentar menyusuri gang dan voila sampai di makam. Saat saya berkunjung, ada beberapa bagian yang sedang dalam perbaikan. Saya datang, duduk kemudian ikut berdoa bersama rombongan yang lain.

Selain makam Sunan Maulana Malik Ibrahim, saya sempat mendatangi makam Sunan Bonang di Tuban. Lokasinya juga tidak jauh dari Alun-alun bahkan tepat di belakang Masjid Tuban. Sebelum masuk kompleks makam, semua mengarah ke tempat wudhu. Saya yang sendirian daripada bengong saya ikut saja dengan rombongan orang. Saya ambil wudhu kemudian masuk komplek makam, duduk dan mendoakan pemilik kubur semoga diampuni segala dosanya dan diterima segala kebaikannya.

Berziarah sejatinya adalah menjadi sarana pengingat, kelak masa hidup akan habis, kelak tiada lagi yang menemani bahkan orang yang paling dicintai sekalipun, kelak tiada lagi berguna segala kesenangan di dunia maka persiapan apa yang sudah saya lakukan. #NTMS
Pintu Masuk Makam Sunan Bonang
Bangunan Makam Sunan Maulana Malik Ibrahim

Tuesday, July 9, 2013

Malang

Assalamu’alaikum

Permisi, numpang pamer (kemudian yang tadinya mau baca males baca :D). Saya dan teman mengisi liburan akhir pekan ke Jatim Park 2, Batu yang berlokasi di Malang.

Dari terminal Landung Sari, Malang tinggal naik angkutan umum yang supirnya teriak “Batu.. Batu.. Batu..” (angkutan umum model Daihatsu berwarna ungu). Kami beruntung, karena hampir semua penumpang memiliki tujuan yang sama ke Jatim Park 2. Jadi si supir menawarkan untuk mengantar sampai pintu masuk dengan biaya Rp 7.000 (Semestinya Rp 4.000 sampai terminal dan harus pindah angkutan lain)

Dengan biaya tiket masuk Rp 110.000 (tiket terusan) kita bisa menikmati Museum Satwa, Batu Secret Zoo dan Eco Green Park. Museum Satwa itu isinya diorama satwa berbagai belahan dunia. Ada juga fosil hewan yang sudah punah. Mau lihat, mau tahu seperti apa? Coba deh link ini -> Museum Satwa

Pintu masuk
Fosil hewan
Diorama hewan
Berbeda dengan Museum Satwa, kalau Batu Secret Zoo itu hewan asli. Menurut saya bentuknya seperti  Schmutzer di Ragunan (padahal memang baru tahu kebun binatang ya Ragunan, belum pernah ke tempat lain). Hanya saja hewannya bukan hanya primata seperti di Schmutzer. Banyak banget macemnya. Selain bisa lihat hewan, ada juga wahana permainan seperti di Dufan (lagi-lagi saya cuma baru tahu Dufan), kolam renang dan atraksi hewan.
Hewan mmm hewan apa ya
Pengunjung bercengkrama langsung dengan ular
Nemo, eh clown fish
Atraksi singa laut
Nah, yang terakhir kami kunjungi itu Eco Green Park. Mengusung tema Fun and Study, di Eco Green Park bisa tahu tentang pemilahan sampah, penanaman sayur dan buah, berbagai jenis burung sampai cara melatih burung. Banyak banget deh. Untuk lebih lengkapnya coba mampir ke situs Eco Green Park
Replika gajah dari TV bekas
Di dalam insectarium
Burung mmm apa ya :D

Keren kan
Berbagai jenis burung dari berbagai benua
Selain 3 tempat tadi, ada juga yang unik di Jatim Park 2 yaitu Hotel pohon, bentuknya dari luar seperti pohon besar.  Di dalam hotel juga ada restoran berjalan yang sekelilingnya pemandangan beberapa hewan seperti di dalam Batu Secret Zoo.
Hotel Pohon

Restoran berjalan
Karena dalam satu hari main ke 3 tempat berbeda, saya dan teman tidak banyak mencoba berbagai wahana, tapi kami puas berkeliling dan berfoto dengan berbagai background. Alhamdulillah. (*kemudian malamnya pasang koyo di mana-mana)

Ayah pada putranya, Zira

“Aku tak ingin kau hanya kagum pada bintang-bintang itu, terpesona pada kelap-kelipnya di tengah gulita malam atau terpesona karena jumlahnya yang tak berhingga. Aku tak ingin kau menjadi seseorang yang mudah terpesona karena penglihatanmu. Aku ingin kau menjadi seseorang yang selalu terpesona pada sesuatu karena pikiranmu” 

- Fahd Djibran dalam A Cat In My Eyes

Kebaikan


“Setiap kali kita melakukan kebaikan, memberi manfaat pada sesama sesungguhnya kita sedang menanam saham untuk kebaikan lain, yang lebih besar yang akan menghampiri kita pada masa depan yang tak terlalu lama dari sekarang. Tak ada inflasi maupun fluktuasi dalam investasi ini. Bahkan tidak ada laba atau rugi. “ 

- Fahd Djibran dalam A Cat In My Eyes