Wednesday, December 28, 2011

Di Sekelilingku

Mari kuperkenalkan rekan satu kantorku, kami biasa bertemu pukul 8 pagi dan berpisah biasanya lebih dari waktu maghrib (yap malam hari, kala mentari sudah tak menampakkan sinarnya)
A.S
I learn obedience. Mengelak apa yang diminta atasan karena tidak sesuai dengan pedoman perusahaan. Tahu apa yang diterima, amarah bahkan cacian. Memang sulit menjadi lurus.
P.S
I learn leadership. Masih muda, tapi sudah memegang jabatan tinggi. bukan karena anak siapa, saudara siapa atau lainnya. Murni usahanya sendiri. Membawahi berbagai kelompok usia, tapi tetap disukai.
T.P
I learn spirit. Tak peduli kekurangan yang dimiliki, bapak ini melaju dengan pasti. Ditelpon sana sini, dicari tamu dari sana dari sini, tak surutkan langkahnya.
D.L
I learn loyality from him. Bapak muda yang satu ini meski tak selalu datang tepat waktu tapi selalu pulang paling terakhir, bukan mencari uang lemburan tapi asli kerjaannya banyak dan ga bisa diselesaikan dalam waktu 8 jam kantor.wew.
E.N
I learn bravery. Mba ini mang orang yang vocal bukan penyanyi maksudnya he ituloh orang dengan keberanian menyuarakan apa yang tidak sesuai dan memang harus diperbaiki. Selain itu, mba ini orang yang pandai bergaul dan tahu banyak hal.
H
I learn specificity. Bapak ini memiliki keterampilan khusus sehingga sangat dibutuhkan bahkan dia bekerja merangkap di proyek lain karena keterampilannya.
C.A
And he is my boss. I learn curiosity. Mas yang satu ini masih bisa dibilang junior meski bekerja tidak sesuai jurusan, tapi dia belajar banyak hal dari proyek sebelumnya dan hal tersebut membuatnya diajukan di proyek ini dan segera ditempatkan di proyek dengan tipe sama yang berikutnya.
Z.U
I learn toughness. Punya banyak kerjaan, bahkan merangkap pekerjaan. Diminta pergi ke sana ke sini. Mengecek ini itu. Tetep memberi performa pekerjaan terbaiknya.
M.R
I learn talkative. Tak malu bertanya ke sana ke mari, karena malu sesat di jalan.He. Punya banyak bahan cerita hingga membuat bapak yang satu ini mudah bergaul dengan yang lain meski baru 1 bulan bergabung.
A.A
I learn how to be friendly person. Dia juga anak baru, sama sepertiku. Bedanya dia justru baru beberapa bulan bekerja namun lebih dulu mengakrabi suasana dan orang2 dalam kantor.
A.K
Hmm I learn sincerity. Yap mas yang satu ini mengaku gajinya paling kecil tapi berangkat paling pagi dan pulang paling malam. Dia juga mengaku paling sering membantu tapi tak ada yang mau membantu. hehe mang sudah tugasnya.

Well that’s it, sebenarnya masih banyak orang kantor tapi tidak bertugas di kantor. Ini pun hanya sekilas dari mereka, namun yang pasti aku belajar banyak kebaikan dari mereka. Hampir 5 bulan menjalani rutinitas bersama, not really close actually. But I am so grateful surrounded by nice person like them.

Sepi


Kala pagi tak menyapa dengan mentarinya seperti biasa
siang pun enggan menyambut dengan suka cita
Dan sore pun kini tak bersahabat dengan ceria
Aku sendiri hadapi semua
Tenang aku baik-baik saja
Hanya tak berlakon seperti aku apa adanya

Monday, November 7, 2011

Ahjusshi Baik Hati

Well, ya ya saya mengaku deh saya memang termasuk salah satu dari sekian banyak korban (jelek banget kata-katanya. OK diganti jadi..jadi..apa ya.hix kosakata yg saya miliki gak banyak. Pokoknya intinya tuh saya juga ikut2an demam) Hallyu alias gelombang budaya korea yang menyebar dan berefek global di berbagai belahan dunia (ehm, sumbernya dari koran yg terbit beberapa hari lalu –Semarang Metro-). Jadi Ahjusshi itu adalah sebutan bagi orang tua (tidak muda, ya iyalah) laki laki yang bukan ayah kita sendiri (ngartiin sendiri berdasarkan pengalaman nonton berbagai pelm korea n dramanya. kalo salah, mohon maaf. kalo benar, maaf mohon.he).

OK jadi begini ceritanya, berawal dari how exciting I am because of that day was my first flight alone. Well yeah actually not exciting but afraid. huhu. Hari itu saya membawa tas biru besar yang isinya juga banyak plus berat tapi masih beratan badan saya. Dan saya memilih untuk tidak memasukkannya di bagasi tapi saya bawa sendiri karena 1 alasan yaitu malas antri ambil bagasi. Hehe. Saat berangkat, tempat duduk saya gak jauh dari mas2 pramugara (yg ya ampuuun pas bener ini tadi di awal bahas Korea, mas2 ini punya tampang Korea-nan. hamper saja saya mau menyapa anyonghaseyo. haha) yang lagi berdiri menyapa penumpang dg senyuman yg menurut dia sih dah OK bgt. saya meminta tolong untuk diletakkan di atas karena saya gak sanggup,beraat (bukaaan sebenernya bukan karena itu tapi karena gak nyampe.dweng.)

Selama perjalanan saya terlena sampai melupakan bagaimana nanti kalo sudah waktunya turun ya. Kalo di bis enak tinggal ketok2 pake jari bilang kiri baaaaaaaang (ups bukan itu kali tapi ada aja orang yg bantu bawain minimal ngasih jalan supaya bisa lewat). Dan waktu turun pun, saya sengaja memilih tidak ikut antrian orang yang mau keluar alias nanti dulu laaah (selain mau cari kesempatan narsis-an di pesawat.hehe) maksudnya biar gak terlalu rame n gak malu kalo pake jinjit2 ngambil tas. Karena saya saat itu yakin gak ada yang bisa dimintai tolong. Dan tak dinyana kawan (dinyana artinya apaan ya.hehe). Waktu itu saya ingat sekalilili, melepas sepatu dan berdiri tanpa malu di atas kursi mencoba menggapai tas biru besar saya. Dan dari kursi seberang menunggu antrian ada ahjusshi baik hati tanpa dimintai tolong langsung mengambilkan tas saya dan tersenyum. Waaah langsung meleleh saya.haha. Baik banget bapak berkumis yang satu ini. Kalo liat dari tampangnya rada mirip pak Andi Malarangeng, pak  Rano Karno, pak Darwis Triadi. halah, karena kumisnya aja itu mah.. Saya pun hanya bisa mengucapkan terima kasih dan kasih senyum paling manis menurut saya (yg lain gak merasa).
Ternyata masih banyak orang baik..

Makanan Asem (Lagi)

Bukan, saya gak akan cerita soal sayur asem makanan favorit saya mentang-mentang judulnya makanan asem. Ada ada saja, ini sudah tahun ke-2 lebaran Idul Adha makanan bersantan asem. Tapi masih aja dihajar (plak plak plak). Sudah jadi kebiasaan tiap Idul Adha pasti makanannya adalah Opor ayam + Ketupat + Kentang ati (kalo disingkat OKK nih, mantap. 2005, Beda!!! apa dah -> wah nunjukin angkatan ketauan deeeeh).

One year ago (tsaah bahasanya), itu opor ayam malemnya lupa diangetin sama ibunda Malin (hihi) jadilah paginya si opor ayam termasuk dalam golongan makanan asem!!! dan sang ibunda marah karena gak ada yang ngingetin atau gak ada orang rumah yang inisiatif buat ngangetin si opor ayam (jatuh harga diri saya sebagai anak perempuan.halah). Untung sang ibunda gak ngutuk sampe jadi batu.hehe.

Dan kejadian tahun lalu pun berulang pada tahun ini.huhu. Tapi bukan karena lupa diangetin yang jadi penyebabnya. (hmm sang ibunda belajar dari kesalahan tahun lalu, tapi apa yg terjadi…si opor tetep asem!!!). Jadi penyebabnya adalah centong yang digunakan untuk mengambil sayur ketupat pemberian tetangga digunakan juga untuk mengambil si opor. Jadi ceritanya ada yang gak sabar gitu deh (tersangka 1 yang gak perlu disebut namanya) dan ditambah pula ada yang jari2 manisnya sedikit nyelup di opor ayam (yang ini tersangka 2). Hihi lengkaplah sudah penyebab asem dari si opor. Tapi meski begitu, si opor tetap habis disambar orang rumah setelah solat Idul Adha..ckck..mang makanan favorit kami adalah makanan asem selain sayur asem..hehe..

Friday, November 4, 2011

Gelang tasbih-ku

Kenapa ku beri judul gelang tasbih-ku ya karena memang ingin menceritakan salah satu aksesori di tangan (apa itu? Yap gelang pastinya. kan kalo di telinga kalung, di jari anting dan di leher cincin. mulai ngaco). Jadi, ada kejadian menarik versiku di balik gelang tasbih ini. (hmm tasbih, kok jadi inget pelm ya. OK, jadi pengen ganti judulnya jadi Ketika Gelang Bertasbih. Berasa jadi pemeran utama, bukan yg jadi Anna tapi yg jadi Azam.hehe)

Jadi begini ceritanya, aku sayaaang banget sama gelang ini soalnya pemberian seseorang yg special (duileeeh) plis deh ini tuh pemberian orang terganteng di rumah (abah sebutan lain untuk ayah, papa, babeh, abi dll) nya enya laaah paling guanteng kan anggota keluarga lain di rumah perempuan semua. Cukup sudah bahas abahnya, bosen nanti dibilang ganteng.huehe.

Gelang ini sih kayanya gelang murah yang gak sampe 5 ribu gitu tapi kan belinya jauuuh di sono noh pulau selain Jawa, Sumatera, Bali, Papua, Sulawesi (tetep usaha kalo gelang ini gak murahan. apa daah). Sebutan gelang tasbih sih sebutan dariku sendiri, habis jumlah biji dari gelang ini ada 33 (sama kan sama yg biasa dibuat tasbih. Buat yg ga biasa ga tau nih*kaya biasa zikir ajee).

Gelang ini kupakai sejak kuliah entah tingkat berapa, yang pasti gak tingkat 5 soalnya aku lulus tepat waktu siih (sombong, kaya langsung dapet kerja aja. huhuuu). Banyak temen yang tanya “Iiiih beli di mana” (ko kaya jijik ya). Intinya pada kepengen gitu deeeh. Pernah suatu hari naik bus AC sama temen n dia nanya beli gelang di mana. Dengan bangganya ku bilang, “Belinya jauh, harganya sih murah”. Dan gak berapa lama, lewatlah pedagang asongan nawarin gelang, “3 ribu..3 ribu”. Temenku pun nyeletuk, “itu kaya punyamu”. Gubrak. tapi temenku blg lagi “Tapi masih bagusan punyamu, kayunya lain gak pudar kena air”. Aku yg tadinya udah terjatuh dari bangku kembali duduk sambil senyum manis (berlebihan).

Gelang ini sering ku benerin posisinya, habis ujung dari gelang yang ada talinya dan udah kaya antena hewan itu selalu di atas. Kan jelek, aku juga serem lihatnya. Suatu saat pun aku bilang sama temen, “ko ini (si tali) selalu di atas ya. Bosan aku mindahin, kenapa ya”. Dengan santai sambil memegangi tanganku dia pun berkata, “kan yg berat bukan yg bagian tali tapi bagian tengah (biji kayunya mang paling gede dibanding yg lain)”. Astagaaa, betapa bodohnya aku. Huhu, masalah berat aja gak tau.

Pernah suatu kali naik metro mini, aku liat orang (baca makhluk selain cewe alias cowo) pake gelang yang sama. dan hati kecilku pun berujar, “Mungkinkah…mungkinkah dia jodohku”. Haha.

Gelang ini sempat ku kira hilang, sudah kucari kemana kemana kemana.. (ngikut gaya ATT yg lagi booming) gak ada juga. Sampe curhat sama temen dan mengira gelang emas yg kucari ternyata cuma gelang kayu yang harganya gak sampe 5 rebu. haha sori ya. Ternyata coba tebak ada di mana kawan, ada di ember cucian. Cuciaaan deh aku.

Belum lama ini, di awal mendapat kerja tetap, abahku bilang pensiunkan saja gelangnya ganti sama yang berkilau (emas maksudnya nih, bukan mas mas ganteng loh). “Tapi beli sendiri”, ujarnya. Kyaaa males dah.


Wednesday, October 26, 2011

[Not] Live Report 09.10.11



Datang hanya lewat 5 menit dari jam 9 hari Minggu pagi tanggal 09.10.11, aku berlari sambil celingukan menyusuri tangga masjid. Yakin cuma kembang mayang *hayoo pada tau gak ini apa? itu loh janur kuning  (padahal juga baru tahu setelah liat acara TV) punyanya D n A yg dipajang di YPHB. Liat dari luar kok isinya berambut bondol semua, gak ada yg berambut panjang ato pake kerudung apa? kataku dalam hati sampe D nya pun gak ada. Wah ternyata aku ga teliti setelah melongok lebih dalam ke masjid banyak mba-mba, eh bukan mba tapi teteh *secara ya D tuh org sunda lagian aku kan ada di Bogor jadi harus ikut pepatah “di mana bumi dipijak di sana langit dijunjung”, asiiik. eh mba juga boleh soalnya A ternyata org jawa. Hehe. Karena si -ganti ah- jadi sang mempelai laki-laki gak nengok-nengok ke belakang, aku pun gak mengenali punggungnya *kan A nya gak nengok jadi mana ku lihat wajahnya yg ada ya punggungnya saja. Jadilah ku tanya ibu yg duduk di depanku yg baju anak-anak n suaminya sama persis dengannya. Ibu ibu, ini nikahan D n A kan ya sambil kasih senyum paling manis dan si ibu pun berbaik hati jawab yap benar anda gak salah neng manis *berlebihan, ibunya cuma bilang iya bener.

Setelah yakin tempat yg dihadiri gak salah ku rogoh tas pinjeman dari ibu mengambil kamera, aku ingin sekali mengabadikannya *bukan bukan cuma mengabadikan diri sendiri yg pake kerudung merah + atasan merah + batik cantik pokoknya menarik.week. Dan tau apa yang terjadi kawan? Di layar kamera tiba tiba ada tulisan CHANGE THE BATTERIES. What The Hell. Firework. Pricetag. (judul lagu yang happening *gak nyambung) makiku!!!arrgh. Yah mau bagaimana lg, Alhamdulillah HPku lumayan canggih ada kameranya *zaman kiwari cuma ada kamera mah udah gak canggih lg ya. Huft.

Ini dia bagian yg paling seru acara, jadi meski aku cuma telat 5 menit, acara akad-nya D n A udah mulai loh. Ajiib tepat waktu bgt. Bahkan aku gak denger ucapan salam pembukanya, ya karena udah telat. Aku datang pas ada yang baca tilawah gitu. Selesai tilawah, kata ibu MC diserahkan ke penghulu. Tak lupa, ibu MC berpesan pada hadirin u/men-silent-kan HP *bhs indonesianya apa ya. Hee. Kemudian penghulu menyampaikan sedikit ttg rukun nikah *dg seksama aku dengarkan.ups. Kemudian D yg wujudnya masih belum tampak diminta penghulu u/minta ijin dinikahkan pada ayah. Ayah D pun yg tadinya ada di hadapan A diminta pindah ke tempat D disembunyikan sementara (ruangan sebelah imam *masih dalam masjid.ya iyalah). Dalam hati penonton kecewa karena yaaah gak bisa didenger hadirin dong ijinnya D. Eh ternyata, ada suara D. Tak kucatat redaksionalnya, padahal aku kan butuh buat nanti.ups lagi. Haha. Intinya Ayah, D minta maaf dan mohon ijin menikah dg lelaki pilihan D. Suara D berat, terbata-bata mengucapkannya menahan tangis. Haah, aku yg cuma denger aja menitikkan air mata bagaimana jika mengucapkannya nanti. loh!#(*&^%$!!!. Maksudku wajar jika D terbata sambil menahan tangis.hee.

Yang paling seru ya ini, ijab Kabul. Sebelum jabat tangan sungguhan dengan ayah D, A diiminta u/latihan o/penghulu mengucapkan ijab kabul.lancar. Maka inilah ijab Kabul sesungguhnya, dan A pun tanpa perlu mengulang, tanpa rasa panic dan deg2an dengan lancer sekali mengucapkan ijab Kabul.waaw. Ucapan sah pun meluncur dari penghulu diiringi doa bagi pasangan D n A. Alhamdulillah. Kemudian D pun diijinkan keluar dan duduk berdampingan. Yippie. Dilanjutkan sungkeman dan Jeprat jepret dari fotografer untuk mengambil momen terbaik setelah ijab kabul. Naaah setelah itu D n A turun dari masjid u/acara adat sunda “sawer”. Buat yg belum tau, pasangan duduk berdampingan dipayungi. Kemudian ibu MC mendendangkan lagu sunda sepertinya, ga tau juga artinya sunda halus soalnya. Selesai itu, ibu MC menjelaskan isi sawernya adalah permen, kacang, uang receh dan kunyit yg masing-masing ada maksudnya tapi lagi-lagi tak kucatat.hee. yg paling ku ingat kalo uang receh katanya segera menyusul. Haha jadi tau kan apa yg kuburu saat saweran berlangsung.hihi. (oya pas acara ini akan dimulai 2 bocah akhirnya dating *padahal mau liat akad, malah baru dating. Tapi mereka memilih spot berdiri yg berbeda denganku, sepertinya agar tak berebut denganku mengambil uang receh.ahahahaha)

Teringat Kalian Vol.2

Saya lagi ngetik ngetik nyalin dari halaman belakang buku yg emang jadi bahan coret2an tulisan tangan saya yg bagus indah dipandang mata saya sendiri tapi tidak bagi yang lain*hmm kebayang gak sih jeleknya. Awalnya nyalin bahan K3 (haha asli ini mah saya gak bohong), saya menemukan tulisan tangan ini kemudian saya ketikkan dan akhirnya saya pajang di notes. Tidak ada tanggal penulisan dari coretan tangan ini tapi saya yakin ini dibuat pas lagi bengang bengong di ruang rapat gak ada kerjaan. 
Well, guys enjoy it…
Adit : Sering jadi korban ceng-ceng an anak2 (kayanya ary aja deh yg lain gak) ya yang ngabisin makan ya yang ketua rombongan sirkus. maaf ya Adit. Arep tuku modem arep tuku BB, arep teruuuus cita citanya. Sering banget ngucapin kalimat “Kok tau”. Dan tipe lagunya adalah jeng jeng Kahitna – Tak sebebas merpati. Melow. Gak segarang muka n badannya.
Anisa : Menyebut dirinya kebo langsing dan ngajak-ngajak Amah n Farah jadi bagian regu kebo langsing karena porsi makannya yg ga perempuan bgt. Ngguya ngguyu sendiri liat HP adalah ciri khasnya. “Fotonya pake HP Eko aja”, ucapnya saat jalan ke tugu muda malem2 padahal hapenya yo udah canggih. Afgan – Panah Asmara yang lagi nge hits adalah tipe lagunya. Ckck anak muda jaman sekarang banget daaah.
Ariomas : Dipatuhi anak-anak kalo ngajak solat ke masjid, semua kalah kalo dia ngomong kayanya tau semua hal. Nyembunyiin barang org lain adalah hobi lainnya dan sempet dipanggil kantong doraemon. Tak disangka Artis Lokal – Malam Terakhir tuh tipe lagu pilihannya. Mas mas bijaksana ini ternyata….
Ary : Ribut, berisik, bunyi terus ga pernah di silent. Haha mangnya HP. Kayaknya dia adalah tersangka utama penyebab password kantor diganti. Haha gara2 keasikan download, maklum cepet abiiiiiiiis. “Sori..sori.. ooh gitu cara kekancanmu” kalimat yang sering diucapin dan sudah dipatenkan hak ciptanya. Huahaha. Gaya sih anak gaul Semarang eh ternyata demen lagu dangdutan dan Artis Lokal – Mandul adalah pilihannya.
Farah : Anti keju dan telor, semua kata dijadiin lagu kalo bisa dangdut. 100% jawa asli, tidak diragukan kemedokannya adalah sebutanku untuknya. Biduan adalah panggilan anak anak untuknya. Nikita Willy – Ku Tetap menanti lagunya, maklum aja ya sob artis NW ini adalah idolanya.
Adi : Senengnya duduk di R. KSDM, kirain dapet kerjaan ternyata sama aja ga ngapa2in. Ngitungin berapa kali “biasanya” Reza adalah keisengannya. Inget banget dia pernah nyeletuk “Yang cewe cewe rajin datengnya”*pdhl jam menunjukkan 8.30. D’Bagindas –  Ay… adalah lagu pilihannya, lagu melayu melayu gimana gitu mang hobinya deeeh.
Eko : Penyebar virus parampa dan sing nduwe kantor sehingga dia boleh bolos kerja. ups.hehehe. Maklum nak paduan suara tipe lagu pilihannya yang rada susah diikuti yang nyanyinya pas pasan kaya saya gitu deh itu tuh Kerispatih –  Tertatih.               
Reza : Nanya terus hobinya, selain buka buku atau bahan teknik di laptop istirahatnya adalah main catur.ckck. Meneng meneng wae sebutan untuknya. “Nggak usah dicari nanti kecewa”, katanya saat diminta laman facebooknya. iya deeeeeh. Artis luar negeri – Forever Love Song adalah lagu yang selalu disetel kalo nyalain laptop. ternyata demen lagu jaman dulu.