Wednesday, June 12, 2013

Taste Buds


Kumpulan cerpen karya YunusKuntawi Aji dan Kinsia Eyusa Merry 

Cerpen milik Yunus membuat dahi saya sedikit berkerut karena bahasa yang mungkin gak setara dengan saya yang buku bacaannya gak seberapa alias bisa dihitung pake jari. *hix T.T Sedangkan cerpen milik Kinsia lebih mudah dimengerti, seperti jalan cerita sehari-hari. Mungkin hal ini yang menyebabkan judul ini diberi judul Taste Buds, pengaduk rasa.

Meski cerpen milik Yunus menurut saya serius tapi sungguh cerpennya enak dibaca, kalau makanan rasanya ingin digigit sampai habis bis bis. Wah apalagi cerpen milik Kinsia yang menurut saya lebih ringan dan tak membuat dahi berkerut jadi bikin saya ingin cepat-cepat menyelesaikan kumpulan cerpennya.

Dan menurut saya jenius menyusun kumpulan cerpen ini selang seling antara cerpen milik Yunus dan Kinsia. Benar-benar pengaduk rasa. Coba deh rasain, manis asem asin ramai rasanya *iklan banggets. Ada yang ceritanya manis kaya madu, sedih sampai bikin menangis, senyum-senyum sendiri seperti membaca buku diary, kaget dan gak habis pikir kaya ngeliat hantu di siang hari *ok mungkin saya lebay.

NB: Oya saya tahu buku ini karena saya follower tumblr mereka. *gini-gini saya juga ada tumblr, tapi kosongan (mangnya bakso apa)

Tuesday, June 11, 2013

The Girl Who Leapt Through Time

Sebenarnya saya jarang nonton anime versi film, selain Doraemon yang dengan mudah dilihat di TV (ini termasuk anime nggak ya, beneran gak tahu). Sebelumnya saya menonton 5 centimeter per second, saya kira 5 cm karangan Donny Dirgantoro itu sudah ada versi kartunnya ternyata bukan. 

OK, kali ini bakal bahas anime yang banyak direkomendasiin di banyak situs web. Saya juga dengan mudah mendapatkannya di youtube dengan subtitle bahasa inggris, syukurlah soalnya saya belum paham koniciwa, konbanwa, hajimimashite atau sakukurata (ups yang terakhir ini jauh dari bener).

Kisah seorang anak sekolah (Makoto) yang tidak sengaja dapat melompati waktu karena memecahkan barang yang ditemukannya di laboratorium sekolah. Awalnya Makoto tidak mempercayainya karena dia sangat yakin dia seharusnya mati tertabrak kereta api, ternyata dia hanya jatuh dari sepeda. 

Untuk meyakinkan dan membuktikannya Makoto mencoba untuk melompati waktu dengan berlari melompati sungai dan kembali ke waktu di mana puding miliknya masih utuh berada di kulkas, yang beberapa hari sebelumnya dimakan oleh adiknya. 

Makoto pun memperbaiki kejadian di hari sebelumnya yang dianggap sial dimulai dari telat bangun pagi, tidak bisa mengerjakan quiz, tidak bisa menggoreng tempura sampai menyebabkan kecelakaan di dapur sekolah hingga tertindih teman sekolahnya yang sedang bermain saat istirahat.

Masalah muncul saat Makoto menyadari jika bukan dia yang tertimpa kesialan maka ada orang lain yang akan menjadi korban. Saat itulah dia sering melakukan lompatan waktu untuk memperbaikinya, karena yang menjadi korbannya adalah teman-teman dekatnya.

Ah, sudah ya sampai sini saja. Tidak seru jika diceritakan semua. Ini saya beri link youtube-nya ya.

Haha bilang saja malas.

Sumber : Wikipedia

Megan Nicole

I do love to watch this over and over again.


Saya sangat senang mampir ke laman youtube gadis manis yang satu ini soalnya meski meng-cover lagu yang sudah terkenal, tapi kualitas suara dan video klipnya gak kalah sama penyanyi originalnya.

Check it out and please subscribe *nyahaha kaya fans clubnya ajah.

Cinta di Ujung Sajadah (Belum Bisa Disebut Resensi)


Awalnya saya kira buku ini bukan novel tapi buku non fiksi karya Asma Nadia yang lain seperti Jangan Jadi Muslimah Nyebelin. Eh ternyata bukan ya, tapi novel ini sangat menarik untuk dibaca, saya sampai gak pengen berhenti padahal jam sudah menunjukkan pukul 11 malam. Saya yang gak hobi baca en agak ngeri liat buku tebel ternyata betah juga berlama-lama membaca novel ini.

Novel ini mengisahkan pencarian ibu kandung oleh gadis remaja bernama Cinta yang haus kasih sayang ibu. Meski dia sebenarnya sudah punya Ibu dan saudara tiri, tetapi hal itu tidak membuat kerinduan pada sosok ibunya hilang. 

Kisah pertengkarannya dengan Ayah yang menutupi cerita tentang ibu kandung Cinta, pribadi Mbok nah yang selalu siap sedia membantu non Cinta menghadapi masalah, Mama yang merupakan ibu tirinya yang seakan menganggap Cinta tidak ada. Tak lupa Anggun dan Cantik, dua saudara tirinya yang selalu saja memberi masalah pada Cinta. Kisah persahabatan Cinta di sekolah dengan Neta dan Aisyah. Tak lupa bumbu suka-sukaan dengan tetangga baru Makky yang khas kisah remaja. 

Menurut saya, membaca novel ini seperti sedang menonton film. Saya membayangkan seperti apa sosok pemeran utamanya, pemeran pembantunya serta latar tempat dan waktu novel ini diceritakan. OK, saya memang penggemar nonton film apalagi FTV *ya ketauan deh.

Quote yang paling saya ingat dalam novel ini adalah “Ketika harapan begitu tipis. Ketika fisik begitu lelah. Ketika sebagai hamba, merasa tak berdaya. Ketika sekeliling begitu gelap dan tanpa cahaya. Ketika itu hanya Allah yang bisa member harapan” saat Cinta sudah hampir putus asa mencari jejak ibu kandungnya di Yogyakarta. Serta “Seburuk apapun yang kamu lakukan, ingatlah kamu menyandang nama Muhammad” yang merupakan pesan dari ayah Makky tentang namanya. Yap saya pun jadi punya niat memberi nama Muhammad kelak pada putra saya *jyah kaya sudah menikah saja, mohon doanya :D.

Wednesday, April 17, 2013

Pindah


Padahal untuk melakukan pencapaian lebih kita tak bisa hanya bisa bertahan di tempat yang sama. Tidak ada kehidupan lebih baik yang bisa didapatkan tanpa melakukan perpindahan. Mau tak mau, kita harus seperti ikan salmon. Tidak takut pindah dan berani berjuang untuk mewujudkan harapannya. bahkan rela mati di tengah jalan demi mendapatkan apa yang diinginkannya. - Raditya Dika, Manusia Setengah Salmon -

#pacaran


Sudah pernah baca buku Twitografi karya penulis best seller Asma Nadia? Buku yang bacaannya ringan tapi sarat makna. Ringan karena isinya adalah kumpulan twit dari Asma Nadia. Tahu kan kalo twit itu hanya 140 karakter, meski terbatas tapi setiap twitnya sangat bermanfaat buat kita muslimah pada khususnya.
Nah, tulisan kali ini sih gak akan me-review bukunya Asma Nadia tapi hanya mengikuti gaya tulisannya.

Selamat menikmati!

Seri #pacaran

Dulu zaman masih sekolah pikiran cetek saya ttg pacaran adalah berikut ini
saya gak #pacaran, bukan karena saya gak ada yang suka -> sok laku
saya gak #pacaran, karena temen saya yg cantik aja ga. Ngapain saya pacaran -> dasar minderan
saya gak #pacaran, karena saya suka sama lebih dari satu orang -> wah parah ini mah
saya gak #pacaran, karena dilarang abah mama -> wajar kan masih sekula
saya gak #pacaran, karena khawatir adek saya kepengen pacaran juga -> ceritanya mencontohkan yang baik

Nah saat sudah lebih mengerti kalau pacaran itu tidak baik karena berhubungan dengan yang bukan muhrim meski gak ngapa2in, maka alasan saya gak pacaran adalah
saya gak #pacaran, karena malu sama jilbab yang saya pakai -> apa kata dunia nanti
saya gak #pacaran, karena masih banyak kegiatan positif yang harus saya lakukan dibanding kegiatan pacaran -> tsaaah
saya gak #pacaran, karena saya ingin jadi muslim yang baik maka saya taati perintahnya untuk tidak mendekati zina -> gaya, pencitraan nih
saya gak #pacaran, karena pacaran cuma main-mainan gak serius kalau serius kan ke pelaminan -> edisi galau
Sekian dan terima gaji :P

Saturday, April 6, 2013

Penutupan Jalur Pendakian Semeru, Terima Kasih

Hayooo liburan weekend pekan terakhir bulan maret pada ke mana nih? *nada pertanyaan begini model-modelnya mau pamer nih. Yap tidak salah, semoga masih mau baca postingan berikut. Ahaha.

Kisah ini berawal dari gagalnya rencana perjalanan teman-teman komunitas ngetengmania menuju Semeru tanggal 27-31 Maret 2013 karena penutupan jalur pendakian Semeru beberapa hari sebelum keberangkatan mereka. Alhasil saya dengar dari sumber terpercaya mereka mengganti arah perjalanan menghabiskan akhir pekan mereka ke Sempu dan Baluran, mereka pun menyebutnya #semelur.

Yap memang awalnya saya ga termasuk dalam grup yg akan melakukan pendakian ke Semeru. Belum pernah naik gunung meeen (But next time, I will. Haha gaya). Tapi karena ada dua teman saya yang udah baik juga cantik Nanay en Nuha mengingat saya, maka diajaklah saya. Huwooow, *langsung nyanyi “betapa senang hatiku diajak jalan-jalan ke sempu“ (OK, mungkin lagu ini gak ada yg tau ya, hix, jadi kaga lucu dah. Ini tuh plesetan lagu dangdut betapa malang nasibku dst).

Pulau Sempu, 27-28 Maret 2013

Untuk ikut trip ini saya bayar Rp 100.000 tapi sudah janjian sampai di Stasiun Kota Malang dulu, untuk biayanya saya kurang paham bisa coba tanya langsung ke bendahara perjalanan ini Moa. hehe. Kenapa Cuma bayar 100 rebu karena saya Cuma ikut perjalanan ke Sempu tapi gak ikut ke Baluran. But it was still sooo much fun. Makanya saya bilang Penutupan Jalur Pendakian Semeru, Terima Kasih :P

So, here is the story guys… Hope you enjoy it

Sampai di Stasiun Kota Malang, kami menyewa angkot untuk sampai di pantai Sendang Biru. Setelah makan siang dan menyiapkan diri untuk trekking. Kami pun menuju Segara Anakan yang kurang lebih makan waktu 2 jam. *gile waktu aja dimakan, dasar karnivora. Buat saya yang belum pernah naik gunung sudah itu gak pernah olahraga, perjalanan ini cukup melelahkan. Jika trekking tidak gendong tas sih masih kuat (kaleee), tapi saya bawa tas yah memang sih bukan bawa tas carrier yang isinya tenda, alat masak dan sharing-an logistic seperti teman2 saya. Tapi tetap saja berat. fufufu.

Jalur yang becek, naik, turun buat kami sering istirahat dan menenggak minuman. Selain itu perjalanan tanpa pemandu, sempat membuat beberapa dari kami meragukan jalur perjalanan yang dipimpin teman kami. Ahaha maaf ya bang.

Setelah sampai, kami gak langsung bikin tenda tapi main pasir, main air, naik tebing, lihat ombak dan laut lepas (katanya samudera hindia) dan gak ketinggalan foto2. Prinsip kami “Tenda belakangan yang penting main duluan”. Padahal ada grup lain yg tiba di waktu yang sama langsung bikin tenda supaya gak kemaleman dan gak butuh bantuan senter u/ diriin tenda.:P

Malamnya diisi dengan solat, masak (saya bagian sok sibuk ajah. Hee), makan, bercanda kemudian tidur. Tenda yg sudah didirikan kemudian diberi matras ternyata gak dipakai karena kami pilih tidur di luar meski nyamuk tersebar karena malam berhias bulan bundar.

Nah paginya selain solat, masak, makan, main air, naik tebing, bercanda dan foto2 (lagi) kami juga beberes untuk siap2 pulang menuju pantai sendang biru, yap kami ga lama2 karena tempat wisata lainnya sudah menunggu kedatangan kami. Tsaah 

Ini bicara aja, gak ada fotonya apa. Oh tentu ada, selamat menikmati (berasa di kondangan)

Pantai Sendang Biru


Segara Anakan

Teman-teman komunitas ngetengmania

Dari atas tebing

Dari atas tebing juga

Tenda dari atas tebing