Tuesday, June 11, 2013

Megan Nicole

I do love to watch this over and over again.


Saya sangat senang mampir ke laman youtube gadis manis yang satu ini soalnya meski meng-cover lagu yang sudah terkenal, tapi kualitas suara dan video klipnya gak kalah sama penyanyi originalnya.

Check it out and please subscribe *nyahaha kaya fans clubnya ajah.

Cinta di Ujung Sajadah (Belum Bisa Disebut Resensi)


Awalnya saya kira buku ini bukan novel tapi buku non fiksi karya Asma Nadia yang lain seperti Jangan Jadi Muslimah Nyebelin. Eh ternyata bukan ya, tapi novel ini sangat menarik untuk dibaca, saya sampai gak pengen berhenti padahal jam sudah menunjukkan pukul 11 malam. Saya yang gak hobi baca en agak ngeri liat buku tebel ternyata betah juga berlama-lama membaca novel ini.

Novel ini mengisahkan pencarian ibu kandung oleh gadis remaja bernama Cinta yang haus kasih sayang ibu. Meski dia sebenarnya sudah punya Ibu dan saudara tiri, tetapi hal itu tidak membuat kerinduan pada sosok ibunya hilang. 

Kisah pertengkarannya dengan Ayah yang menutupi cerita tentang ibu kandung Cinta, pribadi Mbok nah yang selalu siap sedia membantu non Cinta menghadapi masalah, Mama yang merupakan ibu tirinya yang seakan menganggap Cinta tidak ada. Tak lupa Anggun dan Cantik, dua saudara tirinya yang selalu saja memberi masalah pada Cinta. Kisah persahabatan Cinta di sekolah dengan Neta dan Aisyah. Tak lupa bumbu suka-sukaan dengan tetangga baru Makky yang khas kisah remaja. 

Menurut saya, membaca novel ini seperti sedang menonton film. Saya membayangkan seperti apa sosok pemeran utamanya, pemeran pembantunya serta latar tempat dan waktu novel ini diceritakan. OK, saya memang penggemar nonton film apalagi FTV *ya ketauan deh.

Quote yang paling saya ingat dalam novel ini adalah “Ketika harapan begitu tipis. Ketika fisik begitu lelah. Ketika sebagai hamba, merasa tak berdaya. Ketika sekeliling begitu gelap dan tanpa cahaya. Ketika itu hanya Allah yang bisa member harapan” saat Cinta sudah hampir putus asa mencari jejak ibu kandungnya di Yogyakarta. Serta “Seburuk apapun yang kamu lakukan, ingatlah kamu menyandang nama Muhammad” yang merupakan pesan dari ayah Makky tentang namanya. Yap saya pun jadi punya niat memberi nama Muhammad kelak pada putra saya *jyah kaya sudah menikah saja, mohon doanya :D.

Wednesday, April 17, 2013

Pindah


Padahal untuk melakukan pencapaian lebih kita tak bisa hanya bisa bertahan di tempat yang sama. Tidak ada kehidupan lebih baik yang bisa didapatkan tanpa melakukan perpindahan. Mau tak mau, kita harus seperti ikan salmon. Tidak takut pindah dan berani berjuang untuk mewujudkan harapannya. bahkan rela mati di tengah jalan demi mendapatkan apa yang diinginkannya. - Raditya Dika, Manusia Setengah Salmon -

#pacaran


Sudah pernah baca buku Twitografi karya penulis best seller Asma Nadia? Buku yang bacaannya ringan tapi sarat makna. Ringan karena isinya adalah kumpulan twit dari Asma Nadia. Tahu kan kalo twit itu hanya 140 karakter, meski terbatas tapi setiap twitnya sangat bermanfaat buat kita muslimah pada khususnya.
Nah, tulisan kali ini sih gak akan me-review bukunya Asma Nadia tapi hanya mengikuti gaya tulisannya.

Selamat menikmati!

Seri #pacaran

Dulu zaman masih sekolah pikiran cetek saya ttg pacaran adalah berikut ini
saya gak #pacaran, bukan karena saya gak ada yang suka -> sok laku
saya gak #pacaran, karena temen saya yg cantik aja ga. Ngapain saya pacaran -> dasar minderan
saya gak #pacaran, karena saya suka sama lebih dari satu orang -> wah parah ini mah
saya gak #pacaran, karena dilarang abah mama -> wajar kan masih sekula
saya gak #pacaran, karena khawatir adek saya kepengen pacaran juga -> ceritanya mencontohkan yang baik

Nah saat sudah lebih mengerti kalau pacaran itu tidak baik karena berhubungan dengan yang bukan muhrim meski gak ngapa2in, maka alasan saya gak pacaran adalah
saya gak #pacaran, karena malu sama jilbab yang saya pakai -> apa kata dunia nanti
saya gak #pacaran, karena masih banyak kegiatan positif yang harus saya lakukan dibanding kegiatan pacaran -> tsaaah
saya gak #pacaran, karena saya ingin jadi muslim yang baik maka saya taati perintahnya untuk tidak mendekati zina -> gaya, pencitraan nih
saya gak #pacaran, karena pacaran cuma main-mainan gak serius kalau serius kan ke pelaminan -> edisi galau
Sekian dan terima gaji :P

Saturday, April 6, 2013

Penutupan Jalur Pendakian Semeru, Terima Kasih

Hayooo liburan weekend pekan terakhir bulan maret pada ke mana nih? *nada pertanyaan begini model-modelnya mau pamer nih. Yap tidak salah, semoga masih mau baca postingan berikut. Ahaha.

Kisah ini berawal dari gagalnya rencana perjalanan teman-teman komunitas ngetengmania menuju Semeru tanggal 27-31 Maret 2013 karena penutupan jalur pendakian Semeru beberapa hari sebelum keberangkatan mereka. Alhasil saya dengar dari sumber terpercaya mereka mengganti arah perjalanan menghabiskan akhir pekan mereka ke Sempu dan Baluran, mereka pun menyebutnya #semelur.

Yap memang awalnya saya ga termasuk dalam grup yg akan melakukan pendakian ke Semeru. Belum pernah naik gunung meeen (But next time, I will. Haha gaya). Tapi karena ada dua teman saya yang udah baik juga cantik Nanay en Nuha mengingat saya, maka diajaklah saya. Huwooow, *langsung nyanyi “betapa senang hatiku diajak jalan-jalan ke sempu“ (OK, mungkin lagu ini gak ada yg tau ya, hix, jadi kaga lucu dah. Ini tuh plesetan lagu dangdut betapa malang nasibku dst).

Pulau Sempu, 27-28 Maret 2013

Untuk ikut trip ini saya bayar Rp 100.000 tapi sudah janjian sampai di Stasiun Kota Malang dulu, untuk biayanya saya kurang paham bisa coba tanya langsung ke bendahara perjalanan ini Moa. hehe. Kenapa Cuma bayar 100 rebu karena saya Cuma ikut perjalanan ke Sempu tapi gak ikut ke Baluran. But it was still sooo much fun. Makanya saya bilang Penutupan Jalur Pendakian Semeru, Terima Kasih :P

So, here is the story guys… Hope you enjoy it

Sampai di Stasiun Kota Malang, kami menyewa angkot untuk sampai di pantai Sendang Biru. Setelah makan siang dan menyiapkan diri untuk trekking. Kami pun menuju Segara Anakan yang kurang lebih makan waktu 2 jam. *gile waktu aja dimakan, dasar karnivora. Buat saya yang belum pernah naik gunung sudah itu gak pernah olahraga, perjalanan ini cukup melelahkan. Jika trekking tidak gendong tas sih masih kuat (kaleee), tapi saya bawa tas yah memang sih bukan bawa tas carrier yang isinya tenda, alat masak dan sharing-an logistic seperti teman2 saya. Tapi tetap saja berat. fufufu.

Jalur yang becek, naik, turun buat kami sering istirahat dan menenggak minuman. Selain itu perjalanan tanpa pemandu, sempat membuat beberapa dari kami meragukan jalur perjalanan yang dipimpin teman kami. Ahaha maaf ya bang.

Setelah sampai, kami gak langsung bikin tenda tapi main pasir, main air, naik tebing, lihat ombak dan laut lepas (katanya samudera hindia) dan gak ketinggalan foto2. Prinsip kami “Tenda belakangan yang penting main duluan”. Padahal ada grup lain yg tiba di waktu yang sama langsung bikin tenda supaya gak kemaleman dan gak butuh bantuan senter u/ diriin tenda.:P

Malamnya diisi dengan solat, masak (saya bagian sok sibuk ajah. Hee), makan, bercanda kemudian tidur. Tenda yg sudah didirikan kemudian diberi matras ternyata gak dipakai karena kami pilih tidur di luar meski nyamuk tersebar karena malam berhias bulan bundar.

Nah paginya selain solat, masak, makan, main air, naik tebing, bercanda dan foto2 (lagi) kami juga beberes untuk siap2 pulang menuju pantai sendang biru, yap kami ga lama2 karena tempat wisata lainnya sudah menunggu kedatangan kami. Tsaah 

Ini bicara aja, gak ada fotonya apa. Oh tentu ada, selamat menikmati (berasa di kondangan)

Pantai Sendang Biru


Segara Anakan

Teman-teman komunitas ngetengmania

Dari atas tebing

Dari atas tebing juga

Tenda dari atas tebing

 

Thursday, January 10, 2013

River Tubing Sungai Oyo

Assalamu'alaikum

Kalau ke Yogyakarta, jangan lupa mampir Wonosari ya banyak wisata pantai yang indah serta yang lagi happening banget yaitu Gua Pindul. Nah ternyata selain Cave tubing di Gua Pindul, kita bisa langsung menikmati  River Tubing di Sungai Oyo. Yap, ini sudah harga paketan dari tempat wisatanya.

Menuju Sungai Oyo hanya jalan kaki setelah menikmati cave tubing di Gua Pindul. Kami melewati sawah dan rumah penduduk sambil menenteng ban yang akan digunakan kembali saat river tubing. Di tengah perjalanan, ada warung yang menjual gorengan, teh hangat dan minuman dingin yang tidak perlu bayar saat ini tapi ditotal nanti setelah keluar tempat wisata. *iya doong kan lagi basah-basahan siapa juga yang bawa uang.

Saat main di tempat wisata ini, meski main basah-basahan aman kok buat yang bawa kamera asal ada teman yang mau gantian atau memang rela ke sana buat foto aja atau mas-mas pendampingnya baik mau megangin foto n ngambil gambar. Heheu.

Nah selain menyusuri sungai dan melihat pemandangan dinding batu sepanjang sungai, kita juga bisa menguji keberanaian nyali untuk melompat dari ketinggian 2 m dan 4 m. Huwaw deh pokoknya. Ternyata saya gak punya keberanian yang cukup besar untuk menaklukkan yang 4 m, hanya berani antri kemudian sampai depan dan mundur lagi. 

Alhamdulillah ya Allah bisa jalan-jalan menikmati indahnya ciptaanMu :)

Menuju Sungai Oyo dari Gua Pindul, bawa ban sendiri ma meeen
Pemandangan dari atas
River Tubing Sungai Oyo, here we gooo
Sayang air sedang tidak deras, tapi tetep menyenangkan
Tuh kaaan, keren kaaan
Lompat dari ketinggain 4 m
Lompat dari ketinggian 2 m,  saya cuma berani yang ini -,-

Menyusuri Gua Pindul

Assalamu’alaikum


Hai travelovers, hai blogger, yang belum jadi travelover sama blogger tetep hai :D *kaya dirinya blogger sama travelovers aja. Haa.

Pernah denger tempat wisata Gua Pindul? Wah kalau belum, tepat sekali mampir ke laman ini *gaya.

Berawal dari kepenatan kerja, maka unit SDM pun mengadakan kegiatan jalan-jalan kantor. *ihiy asyeeek, namanya jalan2 kantor artinya gak butuh modal uang, cukup bawa diri sama keperluan pribadi.

Karena kesibukan SDM dengan segudang kegiatannya, maka saya pun diminta membantu membuat jadwal kegiatan dan keperluan lainnya yang bahasa kerennya bagi yang hobi jalan2 kalau gak salah itinerary. (karena gak salah berarti bener :P). Karena diminta bantuan untuk hal yang menyenangkan, maka saya bersemangat sekali saudara-saudara setanah air. Yap mulai dari buat jadwal, cari tempat menginap, tempat makan, tempat wisata sampai ke estimasi pengeluaran biayanya.

Berbekal tanya sana sini sunu sene sono *lebay serta situs pencari paling populer google maka selesai deh tugas persiapan perjalanan kantor yang hanya beranggotakan  10 orang. Lalalala. Syubidubidudamdam.

Jadwal ke gua pindul adalah jadwal hari ke-2 di Wonosari, Gunung Kidul, Yogyakarta. Kami keluar dari tempat penginapan pukul 7 pagi karena sesuai pesan pemandu tempat wisata yang katanya masih karang taruna. Kami harus datang pagi2 karena mengingat kami datang di hari libur. Jadi yang datang pasti ramai dan antreeee kaya uler naga panjangnya.


Hanya dengan biaya Rp 35000 per orang kita dapat menyusuri keindahan gua Pindul dan sungai Oyo kita memperoleh fasilitas pelampung, sepatu karet, ban dan segelas jahe hangat. Ohya saya merekomendasikan kontak wirawisata kalau ingin ke gua pindul.

Daripada banyak cakap, gambar bercerita lebih banyak. hehe.


Tangga bawah menuju gua pindul

Pose sebelum masuk gua


Sesaat sebelum keluar gua

Pintu keluar gua